Tampilkan postingan dengan label Sinopsis Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sinopsis Film. Tampilkan semua postingan

Sinopsis Film The Covenant

Sabtu, 03 November 2012

The Covenant




Pada tahun 1692, ada lima keluarga yang mewarisi kekuatan sihir dari Colony Ipswich, Massachusetts, mereka membuat perjanjian bahwa mereka akan bungkam mengenai kekuatan mereka. Saat itu salah satu keluarga telah melanggar perjanjian dan pergi terlalu jauh. Akibat dari perbuatan mereka itu, mereka diusir dari tanah kelahiran mereka selamanya. Beberapa ratus tahun kemudian, penerus penjaga rahasia itu adalah empat keturunan Ipswich dari empat keluarga yang menjaga rahasia tersebut,  murid dari sekolah elit, Spencer Academy. Empat anak tersebut yaitu Caleb Danvers (Stevan Strait), Pogue Parry (Taylor Kitsch), Reid Garwin (Toby Hemingway), dan Tyler Simms (Chace Crawford). Dari ke-empat anak itu Caleb lah yang memiliki kekuatan terbesar karena dia adalah yang pertama dilahirkan dan tertua dari yang lainnya. Mereka berempat sudah bersama-sama semenjak dari kecil dan telah dilatih untuk tidak menyalah gunakan kekuatan mereka.

Saat itu di dekat hutan murid-murid dari Spencer Academy sedang mengadakan pesta. Pada malam itulah, Kate Tunney (Jessica Lucas) pacar Pogue memperkenalkan temannya Sarah Wenham (Laura Ramsey). Saat itulah Caleb mulai tertarik kepada Sarah. Saat di sekolah, Caleb dipanggil oleh kepala sekolah dan ditanyakan tentang salah satu siswa di sana yang ternyata meninggal saat pesta malam itu. Suatu hari, Laura kembali bertemu dengan Caleb dan disanalah Caleb mengajak Laura pergi ke Nicky's, sebuah bar cafe. Ternyata disana mereka bertemu dengan Pouge, Reid dan Tyler yang juga sedang bermain-main disana. Pouge tidak sengaja melihat Kate pacarnya duduk dengan laki-laki bernama Chase. Saat itu Caleb dan Chase bermain sebuah permainan dan tidak sengaja Pouge membahas tentang keahlian Caleb dalam olahraga renang. Karena mendengar Chase juga pintar berenag, Caleb mengajak Chase untuk mengadu keahlian. Saat sedang asyik mengobrol terjadi keributan di dalam cafe. Ternyata Reid yang tengah berkelahi degan pengunjung cafe. Caleb langsung menyeret Reid keluar cafe dan memarahinya karena takut Reid kehilangan kedali dan kekuatan mereka bisa diketahui oleh orang lain. 

Sempat terjadi perkelahian antara Caleb dan Reid ketika Caleb menasehati Reid. Caleb menanyakan tentang kematian siswa yang mati saat pesta malam lalu kepada Reid dan mengira bahwa Reid yang melakukannya. Reid marah karena Caleb telah menuduhnya. Mulai saat itulah Caleb sering mendapat firasat buruk dengan kedatangan siswa yang mati itu saat ia tengah tidur. Caleb lalu menelpon dan memberitahukan itu kepada Pouge dan ternyata Pouge juga mendapat firasat yang sama. Laura juga sering mendapat mimpi buruk tentang laba-laba, namun dia tidak pernah menceritakannya kepada siapapun tentang mimpinya itu.
 
Caleb, Pouge, Reid, Tyler dan Chase saat itu sedang dalam pelajaran olahraga. Akhirnya, Caleb dan Chase mengadu keahlian mereka. Tidak sengaja saat putaran kedua, Caleb melihat mata Chase berubah menjadi hitam seperti mata keturunan keluarga Ipswich. Kepala Caleb lalu terbentur ke tembok kolam renang karena kaget memperhatikan mata Chase. Caleb akhirnya pingsan dan setelah sadar ia menceritakannya kepada Pouge yang juga mengalami firasat buruk seperti Caleb yang didatangi salah satu siswa yang meninggal pada malam pesta yang diadakan beberapa hari lalu. Karena merasa curiga dengan Chase, Caleb dan Pouge diam-diam datang ke sekolah pada malam hari untuk mencari data-data tentang Chase. Ternyata mereka menemukan nama asli Chase adalah nama keturunan dari salah satu keluarga Ipswich yang diusir ratusan tahun lalu. Pouge dan Caleb langsung mengadakan pertemuan dengan Reid dan Tyler. Ternyata benar firasat buruk yang selama ini dilihat oleh Caleb dan Pouge adalah Chase. Saat itu Caleb menerima telfon dari Sarah yang memberi tahukan Kate sakit dan masuk rumah sakit akibat alergi seperti gigitan laba-laba yang sangat banyak. Saat itu Pouge langsung kaget dan marah mendengarnya dan langsung pergi ke rumah sakit, namun di perjalanan dia bertemu dengan Chase dan kalah melawan Chase yang mempunyai kekuatan lebih besar darinya. Chase langsung menelpon Caleb dan ia juga menyandra Sarah dan meminta Caleb untuk menyerahkan kekuatannya saat ulang tahunnya yang ke-18 belas esok hari di Peternakan, jika ingin Sarah dan teman-temannya selamat. Karena pada saat ulang tahunnya ke-18 Caleb akan naik, dan kakuatannya akan bertambah.

Sarah menceritakan mimpinya kepada Caleb saat di rumah sakit, Caleb mengajak Sarah ke rumah keturunan Ipswich yang ditempati oleh penjaga rumahnya dan ayahnya. Di sana Sarah melihat ayah Caleb yang terlihat telah berusia ratusan tahun padahal ia masih berumur 44 tahun. Ayah Caleb mengalami penuaan karena dulu ia sempat tergoda oleh kekuatan yang dimilikinya. Jika sering menggunakan kekuatan, maka tubuh akan melemah dan menjadi tua. Saat itulah Caleb menceritakan semuanya tetang kekuatan turun temurun yang dimiliknya kepada Sarah.
 
Saat malam ulang tahunnya yang ke-18, ia bertemu dengan Chase di peternakan dan terjadi perkelahian yang dahsyat. Sarah disandra oleh Chase dan telah dimantra mantrai. Saat itu Caleb sempat tidak bisa menghadapi kekuatan Chase yang lebih besar darinya, karena Chase telah mendapatkan tambahan kekuatan dari ayahnya, untuk membalas dendam karena keluarga mereka telah diusir dan dicampakkan. Saat itu ibu Caleb memohon ke suaminya untuk memberikan kekuatannya kepada Caleb agar Caleb bisa mengalahkan Chase yang jahat. Akhirnya Caleb mendapatkan tambahan kekuatan yang sangat besar melebihi kekuatan yang dimiliki Chase. Caleb bisa memenangkan pertarungan itu dan menyelamatkan Sarah, Pouge, Kate dan teman-temannya dari mantra-mantra jahat Chase.

Pada pagi harinya, petugas kebakaran datang mengevakuasi peternakan yang habis hancur terbakar akibat pertarungan antara Caleb dan Chase. Petugas evakuasi mengatakan kepada Caleb bahwa tidak ada ditemukan mayat disana. Itu berarti mayat Chase tidak ditemukan dan entah pergi kemana. Caleb dan Sarah pergi dengan mengendarai mobilnya.
Read More | komentar (12)

Sinopsis Film Wanted

Minggu, 21 Oktober 2012

Sinopsis Film Wanted



Seorang pemuda bernama Wesley Gibson hanyalah seorang karyawan lugu yang bekerja sebagai akunting, ia sering menjadi bulan-bulanan atasan dan teman kerjanya. Lebih buruk lagi, pacar Wesley selingkuh dengan teman kerjanya, dan ia tak mampu berbuat apa-apa. Wesley selalu meminum obat anti-depresan ketika ia merasa stres. Dia berkata bahwa ayahnya telah meninggalkannya ketika ia masih berusia 7 hari. Dia bertanya-tanya apakah mungkin ketika ia lahir ayahnya melihat kegagalan pada dirinya.

Di tempat lain, seorang pria bernama "Mr.X" menjumpai seorang wanita ahli balistik untuk mengetahui siapa yang membuat peluru yang ditemukannya. Wanita itu mengamati peluru tersebut dan mengatakan bahwa peluru tersebut bersih, tidak bisa terlacak. Tiba-tiba seseorang dari gedung sebelahnya menembak wanita ahli balistik tersebut tepat di kepalanya, lalu Mr. X melompat lewat jendela dan menembaki lawan-lawannya. Ponsel lawannya yang telah tewas berdering, kemudian ia mengangkat ponsel tersebut dan berbicara dengan seorang pria, kemudian ia sadar bahwa ia telah berdiri tepat di tanda X, kemudian Mr.X mati terbunuh ditembak oleh pria di ponsel dari jarak jauh.

Suatu malam di apotek, Wesley sedang membeli obat anti depresi untuk mengatasi stres nya. Dia bertemu dengan seorang wanita misterius bernama Fox mengatakan kepadanya bahwa ayahnya adalah seorang pembunuh elit yang tewas sehari sebelumnya, dan Wesley adalah target berikutnya. Wesley menjawab bahwa ayahnya meninggalkannya setelah seminggu kelahirannya. Kemudian Cross, orang yang membunuh ayah Wesley datang untuk membunuh Wesley. Terjadi baku tembak antara Cross dan Fox, kemudian terjadi kejar-kejaran di jalanan Chicago. Fox membawa Wesley ke markas Persaudaraan, tempat para pembunuh sejak seribu tahun lalu.

Di markas persaudaraan, Wesley bertemu dengan pimpinan kelompok yang bernama Sloan, ia meminta Wesley untuk mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang pembunuh. Sloan menyuruh Wesley untuk menembak sayap lalat yang ada di tempat sampah, ketika ia menolak salah satu anggota menodongkan pistol di kepalanya, itu membuat Wesley menjadi panik. Entah bagaimana Wesley berhasil menembak beberapa sayap lalat. Sloan mengatakan bahwa ia mampu melakukan itu karena jantungnya berdetak 400 kali per detik ketika ia stres dan panik. Denyut jantung meningkat secara drastis dan adrenalin menghasilkan kekuatan super, kecepatan, dan refleks, terlihat ketika ia berhasil menembak sayap lalat. Persaudaraan bisa mengajarinya untuk mengontrol kemampuan ini, sehingga Wesley dapat mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang pembunuh. Wesley menolak dan melarikan diri dalam ketakutan. Gibson bangun keesokan harinya berharap semuanya mimpi, tapi ia menemukan pistol milik ayahnya, dan kemudian ia menyembunyikannya di toilet.

Wesley kembali bekerja, ketika akhirnya ia menemukan beberapa juta dolar dalam rekening bank miliknya. Dia mengkritik bosnya di depan seluruh pegawai kantor, dan saat berjalan keluar, dia memukul wajah Barry dengan keyboard komputer. Wesley kemudian melihat foto dirinya dan Fox di halaman depan beberapa surat kabar sebagai buronan yang dicari ketika peristiwa di apotek. Fox menunggu di luar untuk membawanya kembali ke markas Persaudaraan disebuah pabrik tekstil sederhana. Tenunan kain akan membuat kode-kode yang berisi nama target yang akan dibunuh.

Di pabrik tekstil tersebut, Wesley dilatih dengan keras untuk menjadi sebagai seorang pembunuh seperti ayahnya. Beberapa waktu kemudian, ketika pelatihan selesai, Wesley diberikan perintah untuk membunuh orang dari Loom of Fate, alat tenun memberikan nama-nama dari target melalui kode biner tersembunyi. Pada saat tugas pertamanya, Wesley ragu-ragu untuk membunuh sasarannya. Dia mengatakan kepada Fox bahwa tidak benar membunuh seseorang tanpa mengetahui tentang mereka atau mengapa mereka pantas untuk dibunuh. Fox kemudian menceritakan tentang kisah masa kecilnya, tentang seorang hakim yang menangani kasus sensitif, dan hakim telah memerintahkan terdakwa untuk dibunuh. Seorang pembunuh bayaran memegang gadis kecil tersebut dengan todongan pisau saat ia menunggu ayahnya untuk kembali ke rumah. Si pembunuh kemudian membunuh ayahnya dengan cara membakarnya hidup-hidup di depan gadis kecil tersebut. Fox menjelaskan bahwa orang yang membunuh hakim tersebut telah ditargetkan oleh Persaudaraan beberapa minggu sebelum peristiwa pembakaran tersebut, tapi anggota pembunuh mereka telah gagal untuk melaksanakan tugasnya, sehingga pembunuh hakim tersebut masih hidup dan membunuh orang lain. Fox kemudian memberitahu Wesley tentang semboyan dari persaudaraan, "Bunuh satu dan mungkin menyelamatkan ribuan". Setelah mendengar cerita tersebut, Wesley akhirnya berhasil membunuh targetnya dengan peluru yang melintas menikung dari tembakannya.

Sempat beberapa kali Wesley bertemu dengan Cross, ketika pertemuan tersebut lengan Wesley terkena tembakan peluru. Setiap kali Sloan memerintahkan Wesley untuk membunuh seseorang, Wesley selalu bertanya apakah targetnya adalah Cross, karena ia tidak sabar untuk membalas dendam atas kematian ayahnya. Pada suatu waktu, Sloan memberi tenunan kain tertulis nama Cross, yang berarti bahwa target berikutnya adalah Cross. Fox merasa bahwa itu terlalu dini, tapi kemudian diam-diam Sloan memberikan Fox misi untuk membunuh Wesley, ia mengatakan bahwa namanya juga muncul dalam mesin tenun.

Wesley menganalisis peluru yang sempat tertembak di lengannya, dia menemukan bahwa pembuat peluru tersebut adalah Pekwarsky, pembuat peluru yang tinggal di bagian timur Moravia. Wesley dan Fox segera melakukan perjalanan ke sana dan menangkap Pekwarsky, dan memerintahkan Pekwarsky untuk mengatur pertemuannya dengan Cross. Wesley melihat Cross di dalam kereta yang akan berangkat, kemudian ia masuk ke dalam kereta tersebut tanpa ditemani Fox. Fox mencuri mobil dan menabrakannya ke kereta, akhirnya kereta tergelincir saat mencapai jembatan diatas jurang yang dalam. Wesley hampir jatuh ke dalam jurang, tetapi Cross menangkap tangannya menyelamatkan nyawanya. Setelah Cross menyelamatkan hidup Wesley dengan mencegah dia dari jatuh ke dalam jurang, Wesley menembaknya. Sebelum mati, Cross mengatakan bahwa dia adalah ayah kandung Wesley, dan persaudaraan telah berbohong kepadanya. Fox menegaskan hal ini, dan menjelaskan bahwa Wesley direkrut karena ia satu-satunya orang yang tidak bisa dibunuh Cross, karena Wesley adalah anak kandungnya. Fox kemudian memberi tahu Wesley tentang urutan pembunuhan selanjutnya, dan target selanjutnya adalah Wesley. Fox mengangkat pistolnya untuk menembak Wesley, tapi Wesley lolos dengan menembak kaca di bawahnya dan terjun ke sungai di bawah.

Wesley terbangun di sebuah apartemen di seberang jalan dari apartemen tempat ia tinggal dengan mantan kekasihnya. Dia diselamatkan oleh Pekwarsky. Setelah memeriksa apartemen, ia menemukan barang-barang milik ayahnya, foto-foto dirinya ketika ia masih kecil, ayahnya selalu memantau dia seumur hidupnya. Pekwarsky memberi Wesley selembar kain tenun dan menyuruh dia untuk memecahkan kode itu. Wesley terkejut menemukan nama Sloan dalam tenunan tersebut. Pekwarsky menjelaskan bahwa Sloan mulai menargetkan keuntungan setelah menemukan bahwa ia ditargetkan oleh mesin tenun takdir, dan tidak memberitahu anggota Persaudaraan bahwa mereka sekarang tidak lebih dari pembunuh bayaran. Cross menemukan kebenaran, dan mulai membunuh anggota Persaudaraan untuk menjauhkan mereka dari anaknya. Sejak saat itu Sloan telah menggunakan perintah pembunuhan palsu untuk mengarahkan persaudaraan sebagai pembunuh kontrak semata. 

Wesley menyadari bahwa Cross tidak pernah benar-benar mencoba untuk membunuh dirinya dalam pertemuan mereka sebelumnya, ia telah membunuh anggota kelompok persaudaraan untuk menjauhkan mereka dari Wesley. Pekwarsky berangkat setelah memberikan tiket pesawat kepada Wesley, ia menyatakan bahwa ayahnya hendak dirinya hidup bebas dari kekerasan. Sambil menjelajahi apartemen, Wesley menemukan sebuah kamar rahasia yang merupakan tempat senjata dan peta milik ayahnya. Dia bahkan menemukan pasokan Pembasmi mini-bom yang dibuat dari tikus, ia menyadari bahwa bom tikus tersebut telah dipelajari oleh ayahnya. 

Wesley kemudian menyusun rencana untuk balas dendan kepada Sloan dan persaudaraan. Dengan sangat marah Wesley menyerang pabrik tekstil yang merupakan benteng Persaudaraan dan pertempuran berjalan, menewaskan hampir setiap anggota Persaudaraan. Setelah memasuki kantor Sloan, ia mengungkapkan penipuan Sloan kepada para pembunuh yang ada di ruangan. Dia kemudian mencoba untuk membunuh Sloan, tetapi dihadang oleh Fox. Fox bertanya kepada Sloan apakah semua itu benar. Sloan kemudian mengungkapkan bahwa semua nama mereka telah muncul di mesin tenun, dan ia harus mengambil tindakan untuk melindungi mereka. Dia kemudian menjelaskan bahwa jika mereka benar-benar percaya dan mematuhi kode di mesin tenun, maka mereka harus membunuh diri mereka sendiri. Jika tidak, mereka harus membunuh Wesley. Para pembunuh lainnya memutuskan untuk membunuh Wesley, namun Fox yang percaya dan mematuhi kode di mesin tenun menembak dengan peluru berbelok yang membunuh semua anggota Persaudaraan di dalam ruangan, termasuk dirinya sendiri. Sebelum peluru mengenai dirinya, Fox melemparkan pistolnya kepada Wesley, untuk membunuh Sloan. Sloan berhasil melarikan diri, dan Wesley menghancurkan mesin tenun takdir.
 
Wesley, kembali dengan tanpa uang sepeser pun dan tanpa tujuan. Seorang pria kemudian terlihat di depan komputer, mirip seperti Wesley di awal film. Sloan muncul dengan menodongkan pistol di belakang kepala pria itu. Pada saat itu, orang itu berbalik dan ternyata adalah umpan. Sloan melihat ke bawah dan menyadari dia berdiri diatas tanda X. Dia kemudian mendongak dan berkata, "Oh, fuck", kemudian Wesley menembaknya dari jarak jauh, sama seperti ayahnya ketika membunuh Mr X pada awal film. Hal ini juga menunjukkan bahwa peluru yang sama melewati kaleng botol minuman mantan sahabatnya yang selingkuh dengan mantan pacarnya, dan melewati donat mantan bosnya.  Film berakhir dengan Wesley mengatakan "What the fuck have you done lately?" (Apa yang telah Anda lakukan akhir-akhir ini?).
Read More | komentar (5)

Sinopsis, Lengkap, Cerita Film Harry Potter 1-7 (Complete)

Selasa, 09 Oktober 2012

Read More | komentar (19)

Sinopsis Film Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2

Minggu, 07 Oktober 2012





Lord Voldemort mengambil Tongkat Sihir Elder dari makam Albus Dumbledore, dan Severus Snape telah menjadi kepala sekolah Hogwarts. Sementara itu, mengubur Dobby di halaman Shell Cottage, Harry dan kedua sahabatnya kemudian berusaha menyusun rencana baru. Ia bertanya kepada Ollivander mengenai Tongkat Sihir Elder, dan ternyata pemilik terakhir tongkat tersebut adalah Dumbledore. Ollivander berkata, bahwa Harry tidak akan menang melawan Voldemort yang memiliki Tongkat Elder. Harry dan kedua sahabatnya menyusun rencana untuk membobol lemari besi Bellatrix Lestrange di Bank Gringott's. Mereka curiga satu horcrux tersembunyi di sana. 
 
Dibantu Griphook (dengan imbalan Pedang Godric Gryffindor), Hermione meminum ramuan Polijus menyamar sebagai Bellatrix Lestrange, Ron menyamar sebagai penyihir sementara Harry dan Griphook berada di dalam Jubah Gaib. Mereka memasuki lemari besi Bellatrix di Bank Gringott's. Horcrux yang dimaksud ternyata adalah piala Helga Hufflepuff. Namun, Griphook kemudian mengkhianati mereka dan melarikan diri dan mencuri pedang Godric Gryffindor, meninggalkan mereka terpojok oleh pihak keamanan yang merasa ditipu. Harry, Ron, dan Hermione berhasil melarikan diri dengan menaiki naga penjaga lemari besi. 

Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka, ia dapat melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya. Di dalam penglihatan tersebut, Voldemort membunuh beberapa goblin dan penjaga Bank Gringott's lainnya, termasuk Griphook. Voldemort telah mendatangi tempat-tempat Horcruxnya yang disembunyikan dan mengetahui bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Harry melihat Voldemort marah dan takut. Harry juga melihat bahwa Horcrux berikutnya berkaitan dengan Rowena Ravenclaw, dan ada di kastil Hogwarts. Ketiganya segera pergi ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di Hogsmeade, kehadiran mereka membunyikan mantra pendeteksi Caterwauling dan dihadang oleh para Pelahap Maut. Namun, mereka diselamatkan oleh Aberforth Dumbledore, saudara Albus Dumbledore, yang sering Harry lihat di pecahan cermin yang ia miliki. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana mereka disambut oleh Neville Longbottom. Tiga sekawan tersebut bertemu kembali dengan anggota Laskar Dumbledore dan meminta bantuan untuk mencari mahkota Ravenclaw.

Snape mendengar kembalinya Harry dan mengumumkan bahwa semua orang yang membantu Harry kembali, terutama siswa, akan dihukum berat. Harry kemudian muncul dan menantang Snape mengenai kematian Dumbledore, dan Minerva McGonagall menantangnya berduel. Snape melarikan diri dan McGonagall memerintahkan seluruh Hogwarts bersiap untuk bertempur. Pada saat ini, anggota Orde Phoenix dan simpatisannya berdatangan. Atas inisiatif Luna Lovegood, Harry kemudian berbicara dengan hantu Helena Ravenclaw, putri dari Rowena Ravenclaw. Helena mengatakan bahwa Voldemort telah mengisi mahkota ibunya dengan ilmu hitam, dan menyatakan bahwa benda itu ada di Kamar Kebutuhan. Sementara, Ron dan Hermione pergi ke Kamar Rahasia. Hermione memusnahkan Piala Hufflepuff dengan taring Basilisk, Ron dan Hermione berciuman untuk pertama kalinya. Di kamar kebutuhan, Harry dicegat oleh Draco Malfoy, Gregory Goyle, dan Blaise Zabini, namun Ron dan Hermione datang membantu Harry. Goyle menggunakan mantra api kutukan Fiendfyre namun jatuh dan mati terbakar. Draco dan Blaise diselamatkan oleh Harry, Ron, dan Hermione sebelum Harry menusuk Mahkota Ravenclaw dengan taring Basilisk dan melemparnya ke dalam kobaran api, memusnahkan mahkota itu. Sementara itu, ketika Hogwarts diserang oleh pasukan Voldemort, Harry kembali memasuki pikiran Voldemort dan menyadari bahwa ularnya, Nagini, juga adalah Horcrux. Di dalam pertempuran yang berlangsung, Fred, Lupin, Tonks, dan Lavender Brown, serta sekitar 50 orang lainnya terbunuh. Pada saat yang sama, Hermione membunuh Fenrir Greyback (pembunuh Lavender).

Voldemort dan Snape bertemu di rumah perahu dan memberitahu Snape jika Tongkat Elder tidak berfungsi, karena dia bukan tuannya, dan Snape adalah tuan dari tongkat itu karena Snape yang telah membunuh Dumbledore, tuan sebelumnya. Voldemort memerintahkan Nagini untuk membunuh Snape. Di Boathouse (rumah perahu Hogwarts), Harry, Ron dan Hermione melihat Voldemort membunuh Severus Snape dengan tujuan untuk mentransfer kekuatan Elder Wand kepada dirinya sendiri. Dalam sekaratnya, Snape memberikan ingatannya kepada Harry, Snape menangis, mengeluarkan air mata memori, dan berkomentar tentang bagaimana Harry memiliki mata ibunya, lalu mati. 

Dari memori itu terungkap bahwa Snape berada di sisi Dumbledore, didorong dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter. Snape telah diminta Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang terdapat di Horcrux Cincin Gaunt. Selanjutnya, terungkap pula bahwa Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, yang diciptakan tanpa sengaja di Godric Hallow, untuk itu ia harus mati juga sebelum Voldemort dapat dibunuh. 

Harry kemudian pergi kehutan terlarang, menyerahkan diri dan Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Tapi alih-alih membunuh Harry, kutukan itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort yang terdapat di tubuhnya. Harry pun memasuki dunia lain (limbo), dimana ia bertemu Profesor Albus Dumbledore, yang menjelaskan kepadanya tentang Harry sebagai Horcrux dan bahwa kutukan Voldemort telah menghancurkan jiwanya yang berada di tubuh Harry. Harry memutuskan kembali hidup untuk mengalahkan Voldemort, namun ia berpura-pura sudah tewas. Voldemort mengutus Narcissa Malfoy untuk memeriksa apakah Harry masih hidup. Ketika dia mencapai Harry, dia menemukan bahwa Harry masih hidup, dan bertanya pelan pada Harry apakah Draco masih hidup. Harry mengangguk, dan Narcissa menyatakan Harry mati.

Voldemort kemudian membawa "mayat" Harry ke Hogwarts dan mendeklarasikan "kematian" Harry kepada pejuang-pejuang Hogwarts dan siapa saja yang menentangnya akan mati. Neville Longbottom menarik Pedang Godric Gryffindor dan menantang Voldemort dengan sebuah pidato. Pada saat yang sama, Harry mengungkapkan bahwa dirinya masih hidup, dan mulai berduel dengan Voldemort di sekitar sekolah. Hermione dan Ron mencoba untuk membunuh Horcrux terakhir, Nagini. Ketika ular hampir membunuh mereka, Neville memenggal kepala Nagini dengan pedang Gryffindor. Di tempat lain, Molly Weasley membunuh Bellatrix Lestrange. 

Akhirnya, Voldemort mati setelah mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kedavra terhadap Harry. Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri setelah beradu dengan mantra pelepas senjata Harry (Expelliarmus). Harry menangkap tongkat itu. Setelahnya, Harry bergabung dengan kedua sahabatnya dan menjelaskan bahwa Tongkat Elder melindungi pemiliknya (Harry Potter sendiri). Harry menjelaskan kepada Ron dan Hermione bahwa Draco adalah tuan dari tongkat tersebut, bukan Snape, karena Draco melucuti senjata Dumbledore sebelum Snape membunuhnya. Kemudian, di Malfoy Manor, Harry melucuti senjata Draco, membuat Harry menjadi tuan dari tongkat itu. Harry kemudian mematahkan tongkat itu dan membuangnya ke parit Hogwarts, melenyapkan kekuatan tongkat itu selamanya.
19 tahun kemudian setelah Pertempuran di Hogwarts, Harry dan Ginny Weasley telah menikah dan membimbing anaknya yang bernama Albus Severus Potter dan anak-anak mereka yang lain ke dalam peron9 3/4. Ron dan Hermione juga menikah dan telah memiliki dua anak bernama Rose dan Hugo. Draco Malfoy memiliki anak bernama Scorpius. Mereka seluruhnya bertemu di stasiun kereta api King's Cross, untuk mengantar anak-anak mereka bersekolah ke Hogwarts. Ketika Albus khawatir akan masuk ke asrama Slytherin, Harry berkata bahwa topi asrama akan mempertimbangkan keinginan. Mereke menyaksikan anak-anak mereka naik kereta menuju Hogwarts.
Read More | komentar (48)

Sinopsis Film Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1

Kamis, 04 Oktober 2012

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1




Film dimulai dengan Harry Potter dan Hermione Granger memulai pencarian Horcrux Voldemort. Harry meyakinkan keluarga Dursley bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka untuk menghindarkan diri dari para Pelahap Maut. Keluarga Dursley kemudian pergi menyembunyikan diri dengan dikawal sepasang penyihir setelah sebelumnya Dudley melontarkan pengakuan bahwa ia peduli dengan Harry. Sementara itu, Severus Snape tiba di kediaman Malfoy untuk memberitahu Voldemort dan Para Pelahap Maut bahwa dia telah ditunjukoleh dewan sebagai Kepala Sekolah baru Hogwarts. Dia juga mengatakan kepada mereka bahwa Orde Phoenix akan membawa Harry Potter dari Privet Drive ke lokasi yang lebih aman. Voldemort menggunakan tongkat Lucius Malfoy untuk menghindari menggunakan tongkat kembar dalam pertempuran duel dengan Harry. Voldemort dan para Pelahap Mautnya di rumah Lucius Malfoy merencanakan untuk membunuh Harry Potter sebelum ia dapat bersembunyi kembali. Dengan tongkat sihir Lucius, Voldemort membunuh tawanannya, Profesor Charity Burbage, guru Telaah Muggle di Hogwarts, atas alasan telah mengajarkan subyek tersebut dan telah menganjurkan agar paradigma kemurnian darah penyihir diakhiri.

Setelah keluarga Harry yaitu keluarga Dursley meninggalkan rumah mereka, Orde Phoenix tiba untuk bertemu Harry bersama dengan enam orang lainnya: Ron Weasley, Hermione, Fred dan George Weasley, Fleur Delacour, dan Mundungus Fletcher. Mereka semua meminum Ramuan Polijus untuk menyamar menjadi Harry. Harry dan enam orang lainnya yang menyamar menjadi Harry meninggalkan Privet Drive. Bersama-sama dengan anggota Orde Phoenix, Harry kemudian pergi dari rumah Dursley ke The Burrow. Harry terbang bersama Hagrid dengan sepeda motor terbangnya. Ditengah perjalanan, mereka dicegat oleh Pelahap Maut. Dalam perjalanan itu, Hedwig, burung hantu Harry terbunuh oleh kutukan pembunuh. Voldemort datang, namun Harry berhasil mengalahkan tongkat yang dipinjamnya dan mereka tiba dengan selamat di Burrow, kecuali Mad-Eye Moody yang tewas dibunuh Voldemort, dan Mundungus yang berapparate ketika ia melihat Voldemort tiba. George terluka parah, ia kehilangan sebelah telinganya akibat pertempuran.  

Rufus Scrimgeour menyerahkan barang warisan dari Dombledore
Ron meyakinkan Harry untuk tetap berada di The Burrow sampai setelah pernikahan Bill dan Fleur, sebelum ia pergi untuk mencari horcrux. Menteri Sihir, Rufus Scrimgeour, tiba di Burrow dan mewariskan beberapa benda yang ada di wasiat Dumbledore kepada Ron, Hermione dan Harry. Ron menerima Deluminator, Harry mendapatkan pedang Gryffindor yang sempat hilang dan Snitch pertama yang pernah ia tangkap,  namun pedang tersebut ditahan, karena menurut kementerian pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore, dan Hermione mendapat salinan pribadi "The Tales of Beetle the Bard". Saat pesta pernikahan berlangsung, Harry melihat Xenophilius Lovegood dan simbol aneh di kalungnya. Harry berbicara kepada Elphius Doge, salah satu teman lama Dumbledore dan Bibi Muriel, ia mengetahui bahwa Dumbledore dulu tinggal di kampung Harry, Godric's Hollow. Setelah diberitakan bahwa Voldemort telah berhasil mengambil alih Kementerian Sihir. Pelahap Maut muncul dan mangacaukan acara. Ron, Harry dan Hermione  berapparate ke London.

Mereka singgah di sebuah kafe, mereka mendiskusikan rencana mereka, tapi kemudian dua Pelahap Maut muncul dan mereka bertempur. Ketiganya memenangkan pertempuran dan berapparate ke Grimmauld Place nomor 12, rumah yang diwariskan Sirius Black kepada Harry. Ketiganya kemudian menyadari bahwa inisial R.A.B. pada liontin yang didapatkan Dumbledore dan Harry dalam buku keenam adalah Regulus Arcturus Black, adik Sirius. Mereka mulai mencari Horcrux yang dicuri Regulus di rumah keluarga Black itu. Dari Kreacher, mereka mengetahui bahwa ia telah membantu Regulus untuk mendampingi Voldemort menempatkan Horcrux berbentuk liontin itu di gua. Ketika Regulus merasa kecewa dengan Dumbledore, ia memerintahkan Kreacher untuk kembali ke gua dan menukar liontin dengan yang palsu. Regulus terbunuh dalam peristiwa itu Pada akhirnya, mereka bertiga menyadari bahwa Mundungus Fletcher telah mencuri liontin tersebut dan memberikannya kepada Dolores Umbridge. Hermione memutuskan untuk masuk ke Kementerian, untuk mengambil liontin itu.

Harry, Ron, dan Hermione menangkap tiga pekerja Kementerian dan meniru mereka untuk memasuki kantor Kementerian rahasia, kemudian mereka berpisah. Hermione berada di ruang sidang dengan Umbridge untuk menyaksikan sidang palsu, Ron di kantor Departemen Penegakan Hukum Sihir dan Harry bebas untuk berkeliaran di koridor karena ia menyamar sebagai Runcorn. Harry akhirnya menemukan jalan ke kantor Umbridge tetapi tidak menemukan liontin itu sehingga ia menuju ke ruang sidang bersama Ron. Mereka bergabung kembali dengan Hermione dan mengambil liontin itu dari Umbridge dan segera meninggalkan Kementerian. Namun, Ramuan Polijus mereka mulai luntur, Yaxley menangkap mereka saat mereka mencapai Grimmauld Place. Mereka tidak bisa aman tinggal di Grimmauld Place, Hermione berapparate dengan mereka ke hutan. Ron terkena Splincing, lengannya terluka parah. Mereka berusaha untuk menghancurkan liontin itu tetapi tak berhasil, mereka memakainya bergantian, efek dari liontin itu adalah sisi negatif moral mereka. Sementara memakainya, Harry melihat Voldemort menginterogasi dan membunuh pembuat tongkat, Gregorovitch.

Harry dan Hermione berada di makam orang tua Harry
Ketika mereka apparate di sekitar pedesaan untuk berkemah di daerah terpencil, Ron kemudian berselisih paham dengan Harry, dan pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Harry dan Hermione kemudian pergi ke Godric's Hollow untuk mencari tahu apakah Dumbledore telah meninggalkan pedang itu di sana. Di Godric's Hollow, keduanya mengunjungi tempat pemakaman keluarga di mana keluarga Potter dan Dumbledore dikuburkan Di Godric's Holow. Hermione menemukan bantalan kuburan bernama 'Ignotus Peverell' memiliki simbol yang sama di atasnya dengan yang ada di kalung Mr Lovegood dan dalam buku yang diberikan untuknya oleh Dumbledore. Harry menemukan nisan orang tuanya dan seorang wanita tua mendekati mereka ketika mereka memberikan penghormatan. Harry menebak bahwa dia adalah Bethilda dan mereka mengikutinya pulang. Harry melihat foto remaja dari ingatan Gregorovitch, Bethilda membawanya ke loteng rumah. Hermione berjalan di sekitar lantai bawah. Dia menemukan tanda-tanda serangan berdarah, sementara itu wanita yang bersama Harry berubah menjadi ular Voldemort, Nagini. Mereka berhasil melarikan diri, tetapi tongkat sihir Harry hancur dalam kejadian itu.

Di hutan di mana mereka bermalam, Harry melihat Patronus rusa betina dan mengikutinya ke kolam yang beku. Dia menemukan pedang Gryffindor di bawahnya dan saat ia berenang ke bawah untuk mendapatkannya, liontin itu mencekik dan berupaya untuk menenggelamkannya. Ron muncul dan menyelamatkannya dan Harry meyakinkan Ron untuk menghancurkan liontin itu dengan pedang. Harry membukanya menggunakan Parseltongue. Ketika terbuka, awan hitam meledak dan mengeluarkan hal-hal yang dibenci oleh Ron. Ron melihat Harry dan Hermione berciuman. Ron marah dan menyerang liontin itu, menghancurkan dengan pedang sebelum dia kembali ke tenda dengan Harry. Hermione sangat marah pada Ron karena meninggalkan nya dan kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa, tapi mereka memutuskan untuk mengunjungi Mr Lovegood untuk mencari tahu tentang simbol misterius itu.

Ketiganya kemudian berbicara kepada Xenophilius Lovegood , ayah Luna Lovegood, dan menanyakan kepada mereka mengenai lambang Grindelwald yang telah berkali-kali muncul selama perjalanan mereka. Di rumah Lovegood, Harry, Ron, dan Hermione mendapatkan kisah penyihir kuno mengenai tiga bersaudara Peverell yang mengalahkan kematian, dan masing-masing mendapatkan benda sihir sebagai hasilnya, tongkat sihir yang tak terkalahkan (Elder Wand), batu sihir yang dapat menghidupkan kembali yang telah mati (Resurrection Stone), dan Jubah Gaib yang tidak lekang oleh waktu. Harry menyadari bahwa jubah yang dimilikinya adalah Jubah Gaib, dan segera menemukan bahwa Lovegood telah berkhianat dan menyerahkan mereka ke Kementerian. Luna, putrinya, telah ditawan dan Xenophilius berpikir untuk menyerahkan Harry Potter sebagai ganti tawanan.

Harry, Ron, dan Hermione kemudian tertangkap dan dibawa ke rumah Malfoy. Di sana, Hermione disiksa dan diinterogasi oleh Bellatrix Lestrange untuk mengetahui bagaimana mereka memperoleh pedang Godric Gryffindor, karena ia berpikir bahwa mereka telah mencurinya dari lemari besinya di Gringotts.  Di bawah tanah, Harry dan Ron dipenjarakan bersama-sama dengan, goblin Griphook, pembuat tongkat sihir Ollivander, dan Luna Lovegood. Harry berusaha mencari pertolongan dan Dobby muncul untuk menyelamatkannya. Mereka pergi untuk menyelamatkan Hermione dan goblin, tetapi meskipun berhasil lolos dengan bantuan Dobby, Harry berhasil mengambil tongkat Draco dan mengambil tongkat Bellatrix. Bellatrix melempar pisau yang menusuk dan membunuh Dobby saat mereka berapparate. Harry memberikan Dobby sebuah pemakaman yang layak di pantai di mana mereka muncul.

Film ini berakhir dengan Voldemort membuka makam Dumbledore dan mengambil Tongkat Elder.
Read More | komentar (5)

Sinopsis Film Harry Potter and the Half Blood Prince

Senin, 01 Oktober 2012

Harry Potter and the Half Blood Prince



Khawatir dengan pengalaman pertemuannya dengan Voldemort di Kementerian Sihir, Harry Potter merasa enggan untuk kembali ke Hogwarts. Dumbledore mendorongnya untuk kembali, setelah mengajaknya untuk menemui seorang mantan guru Hogwarts, Horace Slughorn. Dengan bantuan Harry, ia berhasil membujuk Slughorn agar mau kembali mengajar di Hogwarts. Sementara itu, Pelahap Maut mulai menimbulkan kerusakan baik di kalangan Muggle (non sihir) maupun Penyihir. Mereka menghancurkan Jembatan Millennium serta menculik pembuat tongkat sihir Mr. Ollivander dan menghancurkan tokonya di Diagon Alley.

Sumpah tak terlanggar antara Snape dan Narcissa
Bellatrix Lestrange berhasil membujuk Severus Snape untuk melakukan Sumpah Tak Terlanggar dengan ibu Draco Malfoy, Narcissa. Sumpah ini memastikan agar Snape melindungi Draco dan menyelesaikan tugas yang diberikan Voldemort kepada Draco jika Draco gagal melakukannya. Harry, Ron, dan Hermione, ketika sedang berada di Diagon Alley, mengikuti lalu melihat Draco memeasuki toko Borgin and Burkes dan mengambil bagian dalam sebuah ritual bersama kelompok Pelahap Maut. Selanjutnya, ketiga sahabat ini terus mewaspadai tindakan Draco.

Di Hogwarts, sekolah diamankan secara ketat baik oleh pihak sekolah maupun Kementerian Sihir untuk memastikan agar Pelahap Maut tidak dapat mendekati sekolah tersebut. Dengan kembalinya Slughorn mengajar Ramuan, Snape kini mendapatkan posisi untuk mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Profesor McGonagall mendorong Harry dan Ron untuk mengambil kelas Ramuan, yang kini diajar Slughorn yang mau menerima siswa dengan nilai OWL yang lebih rendah. Harry dan Ron, yang tidak membeli buku teks karena tidak menduga bahwa mereka dapat mengambil kelas itu, dipinjami buku teksnya dari kelas Ramuan.

Harry mendapat ramuan Felix Felicis dari Profesor Slughorn
Buku pinjaman Harry sudah dibubuhi tulisan-tulisan petunjuk yang lebih tepat untuk membuat ramuan dan mantra-mantra lain, dan dengan segera membuat Harry menjadi siswa Ramuan nomor satu melebihi siswa lainnya di kelasnya. Harry menemukan di sampulnya bahwa buku itu pernah dimiliki oleh "Pangeran Berdarah-Campuran". Hermione mencari di perpustakaan namun tidak dapat menemukan apa-apa mengenai nama ini. Setelah mengikuti petunjuk tulisan 'Pangeran Berdarah Campuran', Harry kemudian berhasil memenangkan hadiah cairan keberuntungan, Felix Felicis, dari Profesor Slughorn karena keberhasilannya membuat sebuah ramuan yang sangat sulit.

Ketika akan mengikuti pertandingan Quidditch, Ron merasa gugup. Harry berbuat seolah-olah ia menambahkan cairan keberutungan ke minuman Ron, untuk menaikkan kepercayaan diri Ron. Akibatnya, Ron sukses besar menjadi kiper Quidditch dari tim Gryffindor, dan mendapatkan cinta Lavender Brown. Keduanya berciuman di pesta perayaan kemenangan Gryffindor di Ruang Rekreasi. Hermione yang melihat ini, lari meninggalkan ruangan itu sambil menangis, diikuti oleh Harry. Kepada Harry, Hermione mengakui bahwa ia memiliki perasaan kepada Ron dan mengerti bagaimana perasaan Harry ketika Ginny, yang ditaksirnya, berciuman dengan Dean Thomas.

Pada liburan Natal, Harry menghabiskan liburannya bersama keluarga Weasley, sambil berdiskusi bersama Mr. Weasley, Remus Lupin, dan Tonks mengenai situasi Hogwarts. Tiba-tiba terjadi serangan Pelahap Maut yang hendak menculik Harry. Mereka berhasil menggagalkan upaya Pelahap Maut itu, namun rumah keluarga Weasley, The Burrows, meledak dan terbakar. Kejadian ini menyebabkan Harry menyesali diri karena dialah yang menimbulkan bahaya kepada orang-orang yang disayanginya.

Dumbledore mengungkapkan ingatan Tom Riddle nama asli dari Voldemort melalui Pensieve kepada Harry, juga ingatan Slughorn di mana Riddle menanyakan mengenai suatu Sihir Hitam. Sayangnya inngatan itu telah diubah Slughorn sehingga tidak diketahui sihir hitam apa yang dibicarakan Slughorn dengan Riddle. Dumbledore mengatakan bahwa Slughorn mungkin takut akan konsekuensinya jika pembicaraan ini terungkap. Dumbledore juga percaya bahwa jika Sihir Hitam yang dibicarakan ini terungkap, maka mereka akan memiliki jalan untuk mengalahkan Voldemort. Karenanya, Dumbledore menyuruh Harry untuk berusaha mendekati Slughorn supaya akhirnya ia mau memberikan ingatannya yang asli.

Dengan menggunakan cairan keberuntungan Felix Felicis yang dimenangkannya pada awal tahun masuk sekolah, Harry beruntung berhasil mempertemukan Slughorn dengan Hagrid. Keduanya mabuk setelah upacara penguburan laba-laba raksasa Aragog milik Hagrid, dan Harry berhasil membujuk dan meyakinkan Slughorn untuk memberikan ingatan yang sesungguhnya. Ingatan ini mengungkapkan bahwa Riddle menanyakan mengenai Horcrux, sebuah cara dalam Sihir Hitam untuk membagi jiwa ke dalam Horcrux sehingga pembuatnya tidak dapat mati selama Horcruxnya tidak dihancurkan. Dumbledore mengungkapkan bahwa Buku Harian Riddle (yang dihancurkan Harry pada Harry Potter and the Chamber of Secret) dan sebuah Cincin milik ibu Voldemort adalah dua dari keenam Horcrux yang dibuat Riddle. Mereka harus mencari seluruh Horcrux dan menghancurkan semuanya supaya Voldemort dapat dikalahkan.

Harry kemudian semakin mencurigai Draco, mengikutinya di sekolah, tapi gagal untuk mengetahui apa yang direncanakan oleh Draco. Harry percaya bahwa Draco ada dibalik dua upaya untuk membahayakan hidup Dumbledore, yang pertama melalui kalung mematikan yang dititipkan oleh entah siapa kepada Katie Bell (di bawah Kutukan Imperius) untuk diberikan kepada Dumbledore sebagai hadiah, yang kedua melalui sebuah botol minuman Mead beracun yang hendak dihadiahkan Slughorn, juga terkena kutukan yang sama, kepada Dumbledore. Kejadian yang kedua ini diketahui secara tidak sengaja ketika minuman itu diminum oleh Ron. Ron kemudian dirawat di rumah sakit, dan ketika sedang tidak sadar, ia mengigaukan nama Hermione di hadapan Lavender, yang langsung patah hati. Setelah insiden ini, Harry memojokkan Draco di sebuah toilet dan bertarung dengannya di sana. Harry menggunakan mantera Sectumsempra, yang pernah dibacanya di buku milik Pangeran Berdarah Campuran. Mantera itu dengan hebat melukai dan membahayakan jiwa Draco. Snape tiba dengan segera, terbawa oleh Sumpah Tak Terlanggarnya, dan menyembuhkan Draco sementara Harry pergi tergesa-gesa. Ginny meyakinkan Harry untuk menyembunyikan buku itu di Kamar Kebutuhan untuk menghindarkan dirinya dari menggunakan buku itu lagi. Di Kamar itu, mereka menemukan Lemari Penghilang, yang sedang diusahakan perbaikannya oleh Draco, namun baik Harry maupun Ginny sama sekali tidak menyadari mengenainya. Ginny menyembunyikan buku itu dan kemudian berciuman dengan Harry.

Dumbledore mengajak Harry untuk membantunya menemukan salah satu Horcrux lainnya, di sebuah tempat yang baru diketahuinya. Keduanya berapparate ke sebuah tebing tepi laut, dan masuk ke sebuah gua tempat Horcrux itu disembunyikan. Di tengah-tengah danau di dalam gua itu terdapat sebuah pulau kristal kecil, dan mereka menemukan sebuah ceruk berisi cairan beracun yang di dasarnya terdapat Horcrux. Untuk dapat mengambil Horcruxnya, cairan itu harus diminum. Dumbledore menyuruh Harry untuk memaksa dirinya tetap minum cairan beracun itu, karena ia mengetahui bahwa cairan itu dapat mengubah pikiran. Dumbledore menghabiskan cairan beracun itu dengan dibantu paksa diminumkan oleh Harry. Setelah habis, sementara Dumbledore memulihkan diri dari cairan itu, Harry meraih Horcrux yang berbentuk kalung liontin. Saat itu, sangat banyak Inferi (mayat hidup) bergerak dari dasar danau dan menyerang mereka. Dumbledore berhasil kembali ke kesadarannya tepat pada waktunya dan membakar semua Inferi itu, lalu keduanya berapparate kembali ke Menara Astronomi di Hogwarts.

Dumbledore, yang masih lemah akibat minum cairan beracun itu, menyuruh Harry untuk memanggilkan Snape. Namun sebelum Harry sempat pergi, terdengar langkah-langkah kaki dan Dumbledore menyuruh Harry untuk bersembunyi di sisi bawah tingkap Menara itu. Suara langkah kaki itu ternyata adalah Draco, yang bersiap untuk membunuh Dumbledore atas perintah Voldemort, tetapi dari dalam dirinya ia tidak dapat melakukannya. Sementara itu, Lemari Penghilang telah berhasil diperbaiki sehingga Bellatrix dan para Pelahap Maut lainnya berhasil memasuki Hogwarts melalui Lemari pasangannya di toko Borgin and Burkes, dan menggabungkan diri dengan Draco di Menara berhadapan dengan Dumbledore. Snape secara diam-diam datang melalui tingkap bawah tempat Harry bersembunyi, memberi isyarat agar Harry tetap diam, lalu naik ke atas dan bergabung dengan Pelahap Maut lainnya. 

Dombledore terbunuh akibat mantra kutukan dari Snape
Snape lalu melontarkan kutukan Avada Kedavra terhadap Dumbledore yang langsung membunuhnya. Kutukan itu menghantam Dumbledore dan melempar tubuh Dumbledore jatuh ke bawah dari sisi Menara. Snape, Draco, dan Pelahap Maut lainnya meninggalkan sekolah, Bellatrix melontarkan lambang Pelahap Maut ke atas sekolah, lalu menghancurkan Aula Besar, dan membakar pondok Hagrid sambil tertawa riang.

Harry berusaha untuk menghentikan mereka, dan menyerang Snape menggunakan mantera Sectumsempra. Namun Snape menangkis mantera itu dan berhasil menjatuhkan Harry. Sebelum pergi, Snape mengatakan bahwa dialah pencipta mantera Sectumsempra dan bahwa dialah 'Pangeran Berdarah-Campuran' itu.

Para staf guru dan murid-murid Hogwarts berkabung atas kematian Dumbledore dan Ginny menghibur Harry atas kejadian itu. Ketika ditanya, Harry sama sekali menolak untuk mengatakan kepada Profesor McGonagall mengenai apa yang dilakukannya bersama Dumbledore. Belakangan, Harry mengungkapkan kepada Ron dan Hermione bahwa Horcrux yang ditemukannya bersama Dumbledore itu adalah palsu, berisikan sebuah pesan dari "R.A.B." yang menyatakan bahwa R.A.B. ini telah mengambil Horcrux itu dan berharap agar Voldemort tidak lagi dapat hidup abadi. Harry memberi tahu kedua rekannya bahwa ia tidak akan kembali ke sekolah pada tahun yang akan datang, dan sebaliknya akan mencari R.A.B. dan Horcrux-Horcrux lainnya supaya Voldemort pada akhirnya dapat dibinasakan. Ron dan Hermione mengingatkan Harry bahwa mereka adalah sahabat-sahabatnya dan mereka akan turut pergi bersama Harry dalam misinya itu. Ketiga sahabat itu melihat Fawkes, burung Phoenix milik Dumbledore, terbang menjauh dari batas sekolah Hogwarts.
Read More | komentar (6)

Sinopsis Film Harry Potter and the Order of the Phoenix

Minggu, 30 September 2012

Harry Potter and the Order of Phoenix




Pada suatu malam Harry dikejutkan dengan hadirnya Dementor di Privet Drive, yang hendak menyerang dirinya dan Dudley. Untunglah ia berhasil menghasilkan Patronus untuk melawan. Namun akibat dari hal ini, dia nyaris diusir oleh pamannya (karena dikira menyerang Dudley), kemudian ia menghadapi persidangan di Kementerian Sihir dan terancam dikeluarkan dari Hogwarts. Di persidangan tak seorangpun percaya bahwa ada Dementor berkeliaran di daerah Muggle. Dumbledore mengatakan bahwa Kementerian tidak punya hak untuk mencampuri urusan sekolah, termasuk dalam hal ini mengeluarkan seorang murid. Dan dengan dibantu oleh Mrs.Figg, yang menjadi saksi dalam persidangan, kemudian para kementriam sihir mengambil suara voting, Harry pun bebas dari segala tuduhan dan dibolehkan untuk kembali ke Hogwarts.

Saat Harry mengajar anggota Laskar Dumbledore
Saat Harry, Ron, dan Hermione pada tahun kelimanya di Hogwarts, Menteri Sihir Cornelius Fudge menujuk Dolores Umbridge, seorang pejabat Kementerian Senior, sebagai guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, ia menolak untuk mengajarkan praktek sihir kepada murid-murid, dan melarang murid menggunakan mantra. Harry berulang kali mendapat detensi karena mengatakan bahwa Voldermort telah kembali. Harry dan seluruh murid kelas 5 akan menjalani ujian OWL, dimana mereka sudah harus berpikir pelajaran apa saja yang akan (dan mau) menerima mereka di kelas 6, serta tentang karier apa yang mereka minati selepas sekolah. Di tengah tekanan Umbridge dan segala dekritnya, Harry, atas dukungan penuh dari Ron dan Hermione, memimpin sekelompok anak untuk mempraktekkan pertahanan terhadap ilmu hitam dalam sebuah kelompok yang mereka namai Laskar Dumbledore (LD). LD beranggotakan cukup banyak anak, selain Ron, Hermione, Ginny, Neville, Luna Lovegood, Fred & George, Cho Chang, dan beberapa anak dari asrama lain yang kelihatannya lebih ingin tahu apakah benar pikiran Harry terganggu seperti yang diberitakan koran-koran, atau ingin tahu cerita yang sebenarnya tentang kematian Cedric dan kembalinya Voldermort.

Harry mendapatkan mimpi buruk, ia melihat serangan berbahaya pada Arthur Weasley di Departemen Misteri yang melibatkan Nagini, ular Lord Voldemort. Penglihatan yang dialami Harry akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dia dan Voldermort, entah bagaimana, saling terhubung. Harry merasakan amarah dan kesenangan Voldermort. Suatu saat hal ini menguntungkan, karena menyelamatkan Arthur Weasley dari maut. Tapi Dumbledore kemudian menugaskan Snape untuk mengajari Occlumency, untuk menutup pikirannya dari Voldermort. Harry dan Snape yang sama-sama tidak senang dengan hal ini, tetap melakukannya, sampai suatu saat Harry memasuki Pikiran Snape dan mendapati alasan mengapa ia begitu membenci ayahnya dan Sirius. Snape sangat marah ketika memergoki Harry dan menolak untuk mengajarinya sejak saat itu.

Sementara itu, Bellatrix Lestrange lolos dari Azkaban bersama dengan Pelahap Maut lain setelah salah satu dinding penjara rusak oleh kilatan petir. Di Hogwarts, Umbridge, Filch dan team penyelidiknya Draco Malfoy dkk, mengungkap Laskar Dumbledore setelah menginterogasi salah satu siswa Cho Chang, wanita yang disukai oleh Harry. Dumbledore akan ditangkap, tetapi Dombledore segera melarikan diri dengan beraparate bersama burung Phoenix. Dengan Dumbledore pergi, Umbridge menjadi Kepala Sekolah yang baru dan ia selalu membuat peraturan-peraturan yang melarang murid-murid untuk berkembang. Kemudian, Hagrid memperkenalkan Harry, Ron, dan Hermione dengan saudara raksasanya, Grawp. Ia dan Madame Maxime sebenarnya ditugasi Dumbledore untuk mendekati para raksasa agar tidak bergabung dengan Voldermort. Tapi tidak berhasil, karena ternyata para Pelahap Maut telah mendekati mereka terlebih dahulu. Ketika pulang, Hagrid membawa Grawp (karena ibu mereka telah meninggal) yang bertubuh mungil (untuk ukuran raksasa).

Selama ujian OWL berlangsung, Sikembar Weasley yaitu Fred dan George menjalankan rencananya. Mereka meledakkan kembang api di aula besar yang menyebabkan kekacauan saat ujian. Sebagian siswa bersorak gembira, Harry kembali mendapat penglihatan, ia melihat bahwa Sirius sedang dalam bahaya. Harry, Ron, dan Hermione buru-buru untuk mencari Sirius, tapi Umbridge, segera setelah itu, menangkap mereka mencoba untuk menggunakan Jaringan Floo, dan mulai menginterogasi Harry. Dia menyerukan Profesor Snape untuk membawa Veritaserum untuk digunakan selama interogasi, karena dia menggunakannya untuk semua interogasi sebelumnya, tapi Snape mengatakan kepadanya bahwa pasokan telah habis. Hermione kemudian membuat siasat dengan membawa Umbridge untuk memasuki Hutan Terlarang bersama dengan Harry dan dia mencari senjata palsu, benar-benar mengarah ke tempat persembunyian Grawp yang saat itu sudah tidak ada, bebas dari ikatannya, kemudian kawanan Centaur muncul, mereka memiliki masalah dengan Departemen Kementrian, para Centaur kemudian membawa kepala sekolah Umbridge. Hermione dan Harry kembali ke Hogwarts untuk bertemu dengan Ron dan anggota Orde Phoenix lainnya, Luna Lovegood, Neville Longbottom, dan Ginny Weasley, mereka memutuskan untuk terbang ke London dengan Thestral (makhluk ajaib bersayap seperti kuda) ke Departemen Misteri Kota London dalam upaya untuk menyelamatkan Sirius.

Mereka kemudian masuk kedalam Departemen Misteri, di mana mereka menemukan sebuah ramalan yang melibatkan Harry dan Voldemort, tetapi segera disergap oleh Pelahap Maut, termasuk Lucius Malfoy dan Bellatrix Lestrange, sepupu gila Sirius. Setelah pertempuran singkat dan upaya melarikan diri gagal, para Pelahap Maut, berhasil mengambil Ron, Hermione, Luna, Neville, dan Ginny sebagai sandera, mengancam akan membunuh mereka jika Harry tidak menyerahkan ramalannya. Sirius muncul, dengan anggota lain dari Orde Phoenix, dan menyerang Lucius dan Pelahap Maut lainnya yang menyebabkan  ia menjatuhkan ramalannya, dan hancur. Pertempuran mengakibatkan kematian Sirius di tangan Bellatrix. Kemudian Harry mengejar Bellatrix untuk membunuhnya, tapi ia berjuang untuk bebas dari kutukan Cruciatus. Voldemort sendiri muncul, siap untuk membunuh Harry ketika Dumbledore muncul untuk menghadapi pertempuran melawan Voldemort. 

Sebuah duel singkat yang sengit antara Voldemort dan Dumbledore berlangsung, di mana Bellatrix lolos melalui Jaringan Floo. Kemudian Voldemort menghilang, Harry tiba-tiba dirinya dirasuki oleh Voldemort, mengingat gambaran masa lalunya, keluarganya dan teman-temannya, tetapi ia berhasil bebas dari pengaruh Voldemort, menyatakan bahwa dia lebih kuat dari Voldemort melalui teman-temannya dan kemampuannya untuk mencintai. Pejabat Departemen, termasuk Fudge, buru-buru tiba melalui Jaringan Floo sebelum saat-saat Voldemort menghilang.


Harry dan lainnya menuju kereta, tahun ke-5 telah berakhir.
Kementerian dipaksa untuk mengakhiri kampanye kotor dan Umbridge tak lagi menjadi Kepala sekolah di Hogwarts, dan menunggu penyelidikan resmi selanjutnya. Dombledore kembali menduduki jabatannya sebagai Kepala sekolah. Dumbledore menjelaskan bahwa ia telah berusaha untuk menjauhkan diri dari Harry sepanjang tahun, berharap akan mengurangi risiko Voldemort menemukan dan menggunakan hubungan antara keduanya. Sementara siswa pulang dari Hogwarts pada akhir tahun ajaran, Harry memberitahu teman-temannya bahwa mereka memiliki satu hal yang  Voldemort tidak miliki, yaitu "CINTA", kekuatan yang layak diperjuangkan. 
Read More | komentar (4)

Kategori

 
Copyright © 2011. Kedondoong - All Rights Reserved