Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Pengelompokan Tumbuhan - Klasifikasi Tumbuhan

Jumat, 12 Oktober 2012

Klasifikasi Tumbuhan




Bryophyta (Lumut) 
Lumut merupakan tumbuhan yang tidak berpembuluh. Tubuh tumbuhan lumut berupa talus, tidak dibedakan antara bagian akar, batang, dan daunnya. Tumbuhan ini biasanya hidup di tempat lembab yang tidak terkena cahaya secara langsung. Lumut tidak memiliki bunga. Tumbuhan ini berkembang biak dengan spora. Spora lumut terletak di dalam kapsula. Contoh: lumut hati (Hepaticeae). 
Pteridophyta (Paku-pakuan)
Pteridophyta merupakan tumbuhan berpembuluh. Tumbuhan ini sudah mempunyai akar, batang dan daun sejati (sebenarnya). Pteridophyta tidak memiliki bunga. Tumbuhan ini juga berkembang biak dengan spora. Spora dihasilkan oleh organ khusus yang terdapat di permukaan bawah daun. Contoh: paku ekor kuda dan paku kawat. 
Gymnospermae (Tumbuhan Biji Terbuka) 
Gymnospermae disebut juga tumbuhan biji telanjang karena bakal bijinya tidak dilindungi daun buah. Bakal biji tersusun dalam bentuk kerucut yang dinamakan strobilus jantan atau strobilus betina saja. Tumbuhan golongan Gymnospermae mempunyai sistem perakaran tunggang. Batang Gymnospermae berkayu dengan sistem pengangkutan berupa xilem dan floem. Tumbuhan ini mempunyai dau dengan ukuran dan bentuk yang bervariasi. Contoh anggota Gymnospermae: Cycas revoluta, Ginkgo biloba, dan Gnetum gnemon (Melinjo). 
Angiospermae 
Angiospermae sudah memiliki organ yang berkembang sempurna sehingga dianggap sebagai golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan evolusi tinggi. Tumbuhan golongan ini ada yang mempunyai sistem perakaran tunggang dan ada yang serabut. Batang tumbuhan berbiji terbuka mempunyai sistem pengangkutan berupa xilem dan floem.
Angiospermae mamiliki daun dengan ukuran dan bentuk yang bervariasi. Alat perkembangbiakan tumbuhan ini berupa bunga. Angiospermae mempunyai biji yang terlindungi oleh daun buah sehingga disebut tumbuhan berbiji tertutup. Berdasarkan keping bijinya, Angiospermae dibedakan menjadi dua golongan yaitu Dicotyledoneae (dikotil/biji keping dua) dan Monocotyledoneae (monokotil/biji keping satu). Contoh Angiospermae: anggrek, kembang merak, dan tanaman pisang.
Read More | komentar

Pengelompokan Hewan - Klasifikasi Hewan

Rabu, 10 Oktober 2012

Pengelompokan Hewan

Klasifikasi Hewan






1. ADVERTEBRATA

Porifera
   Porifera sering disebut hewan berpori-pori karena tubuhnya berpori. Kebanyakan hewan dari golongan ini hidup dilaut dangkal, tetapi ada pula yang hidup di air tawar. Porifera mempunyai rangka tubuh yang menyerupai duri (spikula) yang tersusun dari zat kapur, kersik, atau zat tanduk yang disebut spongin. Contoh anggota Porifera: Xestospongia sp., Reniochalina sp., dan Cribrochalina sp. 


Cnidaria 
    Cnidaria mempunyai ciri khas adanya knidosit, yaitu alat perlindungan diri yang mengandung sengat. Cnidaria juga dikenal dengan nama Coelenterata karena mempunyai rongga tubuh. Kebanyakan Cnidaria hidup di air laut dan hanya beberapa jenis yang hidup di air tawar. Kelompok hewan ini mempunyai dua bentuk, yaitu polip dan medusa. Dalam bentuk polip, hewan ini mempunyai bentuk seperti tabung, menempel di dasar perairan, dan diam di tempat. Dalam bentuk medusa, hewan ini mempunyai bentuk seperti cawan tertelungkup dan hidup bebas berenang-renang di perairan. Anggota Cnidaria mempunyai tantakel dan sel-sel penyengat yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsa. Contoh anggota Cnidaria yaitu anemon laut, ubur-ubur dan Aurelia sp. 


Platyhelminthes
    Platyhelminthes sering disebut cacing pipih karena tubuhnya berbentuk pipih seperti pita. Tubuh hewan ini tidak bersegmen (beruas). Hewan yang termasuk dalam kelompok ini mempunyai mulut, tetapi tidak mempunyai anus. Kebanyakan anggota Platyhelminthes hidup sebagai parasit. Contoh anggota Platyhelminthes: Fasciola hepatica, Taenia solium, dan Planaria sp. 


Nemathelminthes
   Nemathelminthes mempunyai tubuh berbentuk bulat panjang dan tidak bersegmen. Hewan ini mempunyai mulut dan anus. Kebanyakan Nematoda hidup bebas. Ada beberapa yang hidup secara parasit. Contoh anggota Nemathelminthes yaitu cacing gelang dan perut. 


Annelida 
    Hewan dari kelompok ini mempunyai tubuh yang bersegmen seperti cincin atau gelang. Tubuh Annelida dilengkapi dengan mulut dan anus. Anggota Annelida dapat ditemukan hampir disemua tempat. Contoh anggota Annelida yaitu cacing tanah dan lintah. 


Mollusca 
    Mollusca mempunyai tubuh lunak yang dilindungi oleh cangkang. Hewan ini bergerak menggunakan otot. Mollusca ditemukan hampir di semua tempat. Contoh anggota Mollusca yaitu Bekicot, Cumi-cumi, dan Kerang. 


Echinodermata 
    Echinodermata biasa disebut hewan berkulit duri. Anggota kelompok hewan ini hanya ditemukan di laut. Hewan ini mempunyai rangka luar yang terbuat dari lempeng-lempeng zat kapur. Tubuh Echinodermata umumnya berbentuk simetri radial. Organ penggerak hewan ini berupa kaki pembuluh (kaki ambulakral). Contoh anggota Echinodermata: Bintang ular, Bintang laut, Duri landak, dan Teripang. 

Arthropoda 
   Arthropoda artinya hewan dengan kaki berbuku-buku. Hewan ini memiliki rangka luar yang terbuat dari zat kitin (zat tanduk yang bening). Tubuh Arthropoda terdiri atas kepala, dada, dan perut. Arthropoda dikelompokkan menjadi 4 golongan, yaitu: Arachnida, Crustacea, Myariapoda, dan Insecta. 

 1.  Arachnida 
     Arachnida  mempunyai tubuh yang terdiri atas chepalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen. Hewan ini tidak mempunyai antena. Kaki hewan ini berjumlah 4 pasang. Pada umumnya anggota Arachnida hidup didarat, tetapi ada juga yang hidup di air. Contoh anggota Arachnida: kutu, laba-laba, dan kalajengking. 

  2.  Crustacea  
     Crustacea mempunyai tubuh yang terdiri atas chepalotoraks dan abdomen serta mempunyai dua pasang antena. Hewan ini mempunyai empat pasang kaki jalan yang terletak di abdomen. Selain itu, Crustacea mempunyai satu pasang kaki jalan yang berubah fungsi menjadi kaki penjepit di chepalotoraks. Hewan dari kelompok Crustacea hidup di air. Cintih anggota Crustacea: udang dan kepiting. 

  3. Myriapoda 
    Myriapoda hidup di tempat yang lembap. Tubuh hewan ini terdiri atas caput dan abdomen. Myriapoda mempunyai sepasang antena, sepasang mata sebagai alat peraba, dan mulut. Tubuh hewan ini bersegmen dan pada setiap segmen ada anggota Myriapoda yang mempunyai kaki sepasang dan ada yang 2 pasang pada setiap segmennya. Kalian mudah mengenali anggota Myriapoda dari jumlah kakinya yang banyak. Contoh anggota Myriapoda: lipan dan luing (kaki seribu). 

 4. Insecta 
    Sebagian besar Insecta hidup didarat. Ada beberapa jenis yang hidup di air tawar dan air laut. Tubuh Insecta terdiri atas caput, toraks, dan abdomen. Di bagian kepala terdapat sepasang antena sebagai alat peraba, sepasang mata majemuk (faset), mata tunggal yang membantu waktu terbang, dan mulut. Hewan ini mempunyai tiga pasang kaki sehingga disebut hexapoda. Contoh anggota Insecta: kupu-kupu, lalat, dan semut. 



2.  VERTEBRATA (Hewan Bertulang Belakang) 

Pisces (Ikan) 
   Ikan termasuk hewan berdarah dingin (poikilotermik). Suhu tubuhnya berubah-ubah bergantung pada suhu lingkungan. Tubuh ikan dilengkapi dengan sirip yang berguna untuk membantu berenang dan menjaga keseimbangan tubuh. Tubuh ikan umumnya berbentuk streamline (langsing) sehingga ikan dapat bergerak dengan cepat di air. Ikan berkembang biak dengan bertelur. Contoh anggota pisces: ikan hiu, ikan pari, dan ikan badut. 


Amphibia (Amfibi) 
    Amfibi termasuk hewan berdarah dingin yang mampu hidup di dua tempat, yaitu di air dan di darat. Amfibi pada umumnya berkembang biak dengan bertelur. Contoh amfibi yaitu katak. Katak bertelur di air. Di tempat ini pula, telur menetas menjadi berudu. Berudu bernapas menggunakan insang, namun setelah berkembang menjadi katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru. Kulit katak memiliki kelenjar-kelenjar yang mampu menghasilkan lendir untuk membasahi permukaan kulit.  


Reptilia (Reptil) 
    Reptil adalah kelompok hewan melata dan berdarah dingin. Tubuhnya terdiri atas kepala, badan, dan ekor. Tubuh diselimuti oleh kulit yang bersisik dari zat tanduk. Reptil berkembang biak dengan bertelur (ovivar), tetapi ada juga yang bertelur dan beranak (ovovivivar). Contoh anggota reptil: kadal dan komodo. 


Aves (Burung) 
   Tubuh burng terdiri atas kepala, leher, badan dan ekor. Tubuhnya diselubungi bulu. Burung mempunyai kelenjar minyak yang berfungsi untuk melumasi bulu sehingga burung tidak mudah basah jika berada di air. Buru f termasuk hewan berdarah panas (homoiotermik), yaitu suhu tubuhnya tidak bergantung pada suhu lingkungan. Burung mempunyai paruh dan sayap. Namun, tidak semua burung dapat terbang. Contohnya: Ayam, Maleo, Cendrawasih dll.  


Mammalia 
   Mammalia merupakan hewan menyusui. Mammalia termasuk hewan berdarah panas. Tubuhnya diselimuti oleh kulit dengan rambut yang tipis dan pendek serta dilengkapi kelenjar keringat. Ciri utama Mammalia adalah mempunyai kelenjar susu (glandula mammae) yang berguna untuk menyusui anaknya yang baru lahir. Contoh anggota Mammalia: Benkantan, monyet, duyung, dan landak.
Read More | komentar (6)

Pengelompokan Makhluk Hidup 5 Kingdom

Minggu, 16 September 2012

Pengelompokan Makhluk Hidup dalam 5 Kingdom

 
Kingdom Monera
Bekteri merupakan organisme anggota Monera. Monera mempunyai ukuran tubuh yang sangat kecil. Monera merupakan bentuk kehidupan paling sederhana yang pernah ada. Organisme ini tersusun oleh sel prokariotik dan mampu bergerak aktif, yaitu sel yang tidak mempunyai membran / selaput inti (nukleus). Monera terdiri lebih dari 4.000 spesies. Di antaranya banyakdimanfaatkan oleh manusia, misalnya untuk menghasilkan vaksin, antibiotik, dan ada beberapa yang dapat menambah kesuburan tanah. Namun, ada juga anggota Monera yang memnyebabakan penyakit, misalnya TBC, tifus, dan kolera. 

Beberapa anggota Monera membutuhkan bahan organik dari lngkungan hidupnya sehingga dinamakan heterotof. Contohnya Salmonella. Sedangkan anggota Monera lainnya mempunyai klorofil sehingga dapat membuat zat organik sendiri (bersifat autotrof). Contohnya Anabaena sp. yang bermanfaat bagi manusia karena mampu mengikat nitrogen dari udara sehingga tanah menjadi subur. 


Kingdom Protista 

Agar-agar merupakan salah satu pemanfaatan dari anggota Protista. Agar-agar adalah makanan yang terbuat dari rumput laut. Rumput laut dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis, sifat ini seperti sifat yang dimiliki tumbuhan. Bedanya dengan tumbuhan adalah pada susunan tubuhnya. Tubuh rumput laut berupa talus dan tidak dapat dibedakan antara akar, batang dan daun. Jenis rumput laut untuk membuat agar-agar antara lain Sargassum dan Euchema. 

Beberapa anggota Protista lain adalah Euglena dan Paramaecium. Kedua organisme tersebut mempunyai sifat seperti hewan karena mampu bergerak aktif. Euglena bergerak menggunakan bulu cambuk dan Paramaecium menggunakan bulu getar yang terdapat diseluruh permukaan tubuhnya. Kedua jenis hewan tersebut banyak terdapat di perairan. 


Kingdom Fungi
Fungi biasa disebut juga jamur. Tubuh Fungi berupa talus yang biasanya berupa benang-benang bercabang yang disebut hifa. Kumpulan hifa yang membentuk tubuh jamur dinamakan miselium. Bentuk tubuh Fungi mirip tumbuhan. Namun, tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Fungi memperoleh makanan dengan cara menyerap zat organik dari sekelilingnya melalui hifa. Sebagianbesar Fungi hidup pada organisme yang telah mati, tetapi ada pula yang parasit pada organisme lain. Fungi berkembang biak dengan spora. 

Beberapa jenis jamur dapat dikonsumsi sebagai bahan makanan. Namun, jangan memasak jamur yang bekum dikenal karena ada jenis jamur yang menyebabkan keracunan. Jamur yang dapat dikonsumsi manusia umumnya sudah dibudidayakan, seperti jamur merang.

Ada anggota jamur yang berukuran mikrokopis dan ada yang berukuran besar. Jenis jamur yang berukuran mikrokopis, contohnya ragi (Saccharomyces cerevisiae). Jamur tersebut sering dimanfaatkan dalam pembuatan tapai dan roti, selain itu ada juga jamur tempe (Rhizopus sp.). Contoh anggota Fungi yang berukuran besar, antara lain jamur kayu, jamur kuping, dan jamur merang. 


Kingdom Animalia
Kingdom Animalia juga disebut dunia hewan. Hewan di alam ini sangat beranekaragam. Ada yang bertubuh besar, berbulu, atau berambut. Ada yang hidup di pohon-pohon dan ada pula yang di air. Tubuh hewan terdiri atas banyak sel (multiseluler) dan mudah diamati dengan mata biasa. Hewan merupakan organisme eukariotik. Reproduksinya ada yang secara seksual maupun aseksual. Hewan memperoleh makanan dari makhluk hidup lain (heterorof). 


Kingdom Plantae 

Kingdom Plantae sering disebut "Dunia Tumbuhan". Anggota kingdom ini terdiri atas berbagai jenis tumbuhan. Tumbuhan merupakan organisme eukariotik yang multiseluler. Reproduksinya dapat secara seksual, maupun aseksual. Tumbuhan bersifat autotrof karena mampu mambuat makanan sendiri malalui proses fotosintesis. Kingdom ini mendapat julukan "Produsen Dunia". Anggota kingdom Plantae umumnya bersifat makrokopis.
Read More | komentar (1)

Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Kamis, 13 September 2012

Ciri-ciri Makhluk Hidup


Bernafas 

Suatu mahkluk dikatakan hidup apabila bernapas. Semua makhluk hidup, seperti hewan, tumbuhan, dan manusia baik yang besar-kecil, tua-muda, melakukan proses ini. Ketika bernapas, makhluk hidup menghirup oksigen (O2) dan menghembuskan karbon dioksida (CO2).

Oksigen diperlukan untuk proses oksidasi zat makanan yang menghasilkan energi dan karbon dioksida. Sistem pernapasan pada mahkluk hidup dibantu oleh alat-alat pernapasan. Alat pernapasan pada beberapa jenis mahkluk hidup berbeda-beda. Misalnya manusia bernapas dengan paru-paru, ikan dengan insang, dan cacing menggunakan kulit. Tumbuhan bernapas dengan stomata yang terdapat di permukaan batang.

 
Nutrisi (Makan) 
Mahkluk hidup perlu makan supaya dapat beraktivitas. Mahkluk hidup juga perlu makan supaya tetap hidup dan tumbuh besar. Makanan diperlukan oleh mahkluk hidup sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan, dan mengganti sel-sel yang rusak. Tumbuhan hijau memperoleh makanan dengan memproduksi sendiri. Tumbuhan hijau sebagai produsen mengolah zat-zat anorganik menjadi zat organik (zat makanan) melalui proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya, misalnya sinar matahari. Tumbuhan yang tidak berklorofil, manusia dan hewan, tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga untuk memperoleh makanan bergantung pada organisme lain. 


Bergerak 

Ada 2 macam gerak pada mahkluk hidup, yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif adalah gerak berpindah tempat misalnya dengan kaki, sayap, dan sirip. Gerak ini mudah diamati  karena dapat terlihat jelas oleh mata. Gerak pasif misalnya ditunjukkan oleh tumbuhan. Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat, tetapi menggerakkan sebagian tubuhnya. 


Tumbuh
Setiap mahkluk hidup mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai proses kenaikan volume yang tidak dapat kembali ke keadaan semula (irreversible). Misalnya dari kecil menjadi besar atau dari pendek menjadi tinggi. 


Berkembang Biak 

Mahkluk hidup berkembang biak untuk menghasilkan keturunan. Cara perkembangbiakan mahkluk hidup bereda-beda. Ada hewan yang berkembang dengan melahirkan, bertelur dan mehirkan (ovovivar), bertelur (ovivar), dan fragmentasi.

Tumbuhan dapat berkembang biak secara alami dan buatan. Perkembang-biakan alami pada tumbuhan yaitu secara kawin, misalnya mengunakan biji dan secara tidak kawin, misalnya spora, tunas, umbi, geragih, dan akar tinggal. Perkembangbiakan tumbuhan sera buatan, misalnya setek, mencangkok, merunduk, dan kultur jaringan.

 
Peka Terhadap Rangsang 
Mahkluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya. Alat pengenal lingkungan pada manusia dan hewan berupa indra. Indra peka terhadap rangsang. Rangsang ada yang berasal dari dalam dan luar tubuh. Rangsang dapat berupa cahaya, bunyi, bau, rasa, atau sentuhan. Dengan adanya indra yang peka terhadap rangsang tersebut, manusia dan hewan mempunyai kemampuan melihat, mendengar, mencium, mengecap rasa, dan menyentuh atau meraba. Tumbuhan tidak mempunyai alat indra, tetapi peka terhadap rangsang. Misalnya tumbuhan putri malu mengatupkan daunnya jika disentuh dan pertumbuhan batang bunga matahari ke arah cahaya matahari. 


Mengeluarkan Zat Sisa  

Zat sisa merupakan zat yang tidak terserap atau digunakan lagi oleh tubuh dalam rangkaian proses metabolisme dan harus dikeluarkan. Jika zat tersebut tertimbun, dapat meracuni tubuh. Berdasarkan proses kegiatan tubuh dan hasilnya, pengeluaran zat-zat sisa dapat dibedakan sebagai berikut. 

Ekskresi, merupakan pengeluaran zat-zat sisa yang biasanya berupa cairan dalam tubuh. Contoh: kelenjar keringat dibawah kulit mengeluarkan keringat. Ginjal akan menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa yang disebut urine. 
Respirasi, dikenal sebagai peristiwa pernapasan. Dari proses pernapasan dihasilkan CO2 sebagai zat sisa, dan dikeluarkan melalui hidung. 
Defekas, merupakan pengeluaran zat sisa dari pencernaan makanan yang berupa tinja (fases) melalui anus. 

Tumbuhan mengeluarkan zat sisa berupa uap air dan karbon dioksida (CO2). Kedua zat sisa ini dikeluarkan melalui mulut daun (stomata) dan mulut batang (lentisel). Uap air dikeluarkan melalui proses penguapan, sedangkan CO2 dikeluarkan melalui proses pernapasan. Pada udara dingin, uap air akan dikeluarkan dalam bentuk tetes-tetes air melalui ujung daun atau tepi daun. Peristiwa keluarnya tetes-tetes air itu dinamakan gutasi. 


Beradaptasi 

Adaptasi merupakan kemampuan makhluk hidup menyesuaikan  diri terhadap lingkungan hidupnya. Adaptasi dilakukan agar tetap hidup dan menghasilkan keturunan dan tetap lestari.  

Adaptasi tumbuhan yang hidup di daerah kering berbeda dengan tumbuhan yang hidup di daerah lemab atau berair. Tumbuhan yang hidup di tanah kering umumnya mempunyai daun yang berukuran kecil, bahkan ada yang berbentuk duri seperti tumbuhan kaktus. Hal tersebut merupakan adaptasinya terhadap lingkungan yang kurang air. Selain daunnya yang kecil, batang tumbuhan kaktus juga mempunyai fungsi khusus untuk menyimpan cadangan air. Pada saat air tersedia melimpah, batang kaktus akan menyimpan air sebanyak-banyaknya. Cadangan air akan dimanfaatkan ketika kaktus sudah tidak dapat memperoleh air dari lingkungan. Batang-batang kaktus akan semakin mengempis ketika cadangan airnya berkurang. 

Daun tumbuhan kaktus berbeda dengan tumbuhan talas. Permukaan daun talas lebih lebar. Permukaan daun yang luas bertujuan untuk mempermudah penguapan air.
Read More | komentar

Kategori

 
Copyright © 2011. Kedondoong - All Rights Reserved