Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Jati Belanda

Kamis, 06 Desember 2012


Tanaman Obat - Jati Belanda



Jati Belanda (Gauzuma ulmifolia) merupakan tanaman obat berbentuk pohon. Biasa digunakan sebagai tanaman peneduh. Tumbuh baik di daerah berketinggian 800 m dpl. Ketinggian tumbuhnya mencapai 10 -20 m. Daunnya berbentuk bundar sampai lanset dan panjangnya mencapai 22 m. Bunganya berupa mayang dan berbau wangi. Buahnya berwarna hitam saat matang.

Daun, buah, biji, dan kulit kayu bagian dalam merupakan bagian tanaman yang bisa dipergunakan sebagai obat. Secara umum, zat utama yang terkandung dari seluruh bagian tanaman adalah tanin dan musilago. Kandungan kimia jati belanda adalah mengandung senyawa-senyawa seperti, Resin, flavanoid, karotenoid, asam fenolat, kafein, terpen, sterol, beta-sitosferol, friedelin-3-alfa-asetat, friedelin-3-beta-ol, alkaloida serta mengandung  karbihidrat dan lemak.

Tanin yang banyak terkandung di bagian daun, mampu mengurangi penyerapan makanan dengan cara mengendapkan mukosa protein yang ada dalam permukaan usus. Sementara itu, musilago yang berbentuk lendir bersifat sebagai pelicin. Dengan adanya musilago, absorbsi usus terhadap makanan dapat dikurangi. Hal ini yang yang menjadi alasan banyaknya daun jati belanda yang dimanfaatkan sebagai obat susut perut dan pelangsing. Dalam perkembangannya, daun jati belanda juga banyak dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit kolesterol dan rematik gout.


Khasiatnya bisa untuk menurunkan badan, menurunkan kadar kolesterol darah, menyembuhkan disentri, ambeien atau wasir, batuk dan bronchitis. Biji jati belanda juga berkhasiat mengobati diare, memberantas cacingan, kaki gajah. Jati Belanda terbukti bisa digunakan sebagai obat pelangsing, obat batuk rejan, obat nyeri perut, obat perut kembung, obat sesask napas, pelancar keluarnya keringat, obat bengkak, dan obat sakit kaki gajah.
Read More | komentar (5)

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Sambung Nyawa

Senin, 22 Oktober 2012

Tanaman Obat - Sambung Nyawa



Sambung nyawa (Gynura procumbens) merupakan tanaman perdu tegak bila masih muda dan dapat merambat setelah cukup tua. Bila daunnya diremas akan keluar bau aromatis. Batangnya segi empat beruas-ruas, panjang ruas dari pangkal sampai ke ujung semakin pendek, ruas berwarna hijau dengan bercak ungu. Daun tunggal bentuk elips memanjang atau bulat telur terbalik tersebar, tepi daun bertoreh dan berambut halus. Tangkai daun panjang ½-3 ½ cm, helaian daun panjang 3 ½-12 ½ cm, lebar 1- 5 ½ cm. Helaian daun bagian atas berwarna hijau dan bagian bawah berwarna hijau muda dan mengkilat. Kedua permukaan daun berambut pendek. Tulang daun menyirip dan menonjol pada permukaan daun bagian bawah. Pada tiap pangkal ruas terdapat tunas kecil berwarna hijau kekuningan. Tumbuhan ini mempunyai bunga bongkol, di dalam bongkol terdapat bunga tabung berwarna kuning oranye coklat kemerahan panjang 1-1 ½ cm, berbau tidak enak. Tumbuh sampai ketinggian 500 m di atas permukaan laut.

Daun sambung nyawa oleh sebagian masyarakat Indonesia digunakan sebagai obat kanker kandungan, payudara dan kanker darah dengan memakan 3 lembar daun segar sehari selama 7 hari. Pengobatan tersebut dapat diperpanjang selama 1-3 bulan tergantung dari keadaan penyakit (Meiyanto, 1996). Tumbuhan ini dilaporkan dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit ginjal (Heyne, 1987). 

Selain itu, Gynura procumbens juga dimanfaatkan sebagai antikoagulan, mencairkan pembekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun, khusus bagian daunnya dapat digunakan untuk mengobati pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, luka terpukul, melancarkan sirkulasi (Wijayakusuma et al., 1992). Manfaat lain dari bagian daun tanaman ini dilaporkan oleh Dalimartha (1999) dapat untuk mengatasi batu ginjal, radang mata, sakit gigi, rematik sendi, perdarahan kandungan, kencing manis (diabetes mellitus), darah tinggi (hipertensi), ganglion, kista, tumor, memar.

Membantu mengatasi kanker dan tumor, mengatasi batuk sinusitis, radang tenggorokan, mengatasi polip dan amandel, menurunkan tekanan darah. membantu penyembuhan penyakit ginjal, disentri, infeksi kerongkongan, menurunkan panas badan, menurunkan tekanan darah dan gula darah , mengatasi haid tidak teratur, mengobati gigitan dari ular berbisa, penyakit jantung, kolesterol tinggi, diabetes, gangguan lambung, radang pita suara, radang tengkuk, batuk dan sinusitis. Sedangkan umbinya untuk menghilangkan bekuan darah (haematom), pembengkakan, patah tulang, dan perdarahan setelah melahirkan.

Sambung nyawa terbukti mampu mengatasi darah tinggi. Dari penelitian diketahui bahwa tanaman ini mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, dan zat antineoplastik.
Read More | komentar (6)

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Tempuyung

Sabtu, 13 Oktober 2012

Tanaman Obat - Tempuyung



Tempuyung (Sonchus arvensis) merupakan terna tahunan yang tumbu soliter di daerah berketinggian 50 - 1.650 m dpl. Ketinggian tumbuhnya sekitar 1 - 2 m. Akarnya tunggang dan tumbuh kokoh. Batangnya bulat, berusuk, dan bergetah. Daunnya tunggal, berbentuk lonjong lanset. Ukurannya sekitar 30 cm (panjang) dan 10 cm (lebar). Rasanya amat pahit, bunganya berwarna kuning. Buahnya keras, pipih, dan berwarna cokelat kekuningan. Dalam pengobatan, bagian tanaman yang dimanfaatkan adalah batang dan daun. Tempuyung terbukti mampu mengatasi penyakit saluran kandung kemih, batu empedu, darah itnggi, kencing batu, bisul, infeksi usus buntu, disentri, dan wasir. Dari penelitian diketahui bahwa tempuyung antara lain mengandung alfa-lactocerol, beta-lactocerol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid, taraksasterol.

Tempuyung memiliki sifat dingin dan rasanya pahit. Tanaman ini memiliki efek herbal yang bersifat diuretik (memperlancar air seni). Dengan sifat inilah tempuyung bisa digunakan untuk meluruhkan batu ginjal ataupun asam urat yang berlebihan di dalam tubuh. Batu ginjal merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya endapan yang mengeras (membantu) pada ginjal. Salah satu pengobatan batu ginjal secara tradisional adalah dengan menggunakan tempuyung. Tempuyung merupakan tanaman obat yang berkhasiat sebagai pemecah batu ginjal  dan pelancar air seni. Daun tempuyung mengandung kalium yang cukup tinggi. Kadar kalium yang tinggi dalam daun tempuyung bermanfaat untuk menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa oksalat , karbonat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal, sehingga endapan batu ginjal akan larut dan keluar bersama urin.

Sedangkan asam urat disebabkan karena penumpukan purin di dalam tubuh, yang mana purin ini seharusnya dikeluarkan lewat urine.  Zat flavonoid pada tempuyung mampu menghambat enzim xantin oksidase pada biosintesis asam urat. Hal ini akan berpengaruh pada turunnya kadar asam urat darah. Selain bermanfaat untuk mengatasi batu ginjal dan asam urat, kalium dalam tempuyung juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Dengan mengkonsumsi kalium dalam jumlah yang tinggi akan terhindar dari hipertensi. Sebagian dari kita pasti sudah mengetahui bahwa untuk mencegah dari penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) salah satunya adalah dengan mengurangi asupan makanan yang banyak mengandung garam dapur. Hal ini karena garam mengandung mineral natrium. Jadi sebenarnya yang perlu dibatasi tidak hanya garam saja, tetapi juga makanan-makanan lain yang mengandung natrium.

Selain untuk meluruhkan batu ginjal, asam urat, dan menurunkan tekanan darah, daun tempuyung juga bermanfaat untuk menghilangkan rasa pegal atau lesu, mengobati radang usus buntu, radang payudara, bisul, luka bakar dan diare.
Read More | komentar (3)

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Purwoceng

Minggu, 07 Oktober 2012

Tanaman Obat - Purwoceng


Purwoceng (Pimpinella pruatjan) merupakan tanaman herba. Tanaman ini tergolong langka. Tumbuhnya menyebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur di daerah berketinggian 1.800 - 3.000 m. Ketinggia tumbuhnya mencapai 25 cm. Daunnya majemuk, dengan tangkai daun di permukaan tanah. Warnanya hijau (bagian atas) dan hijau keputihan (bagian bawah). 

Dalam pengobatan, bagian tanaman yang digunakan adalah akar, daun, dan bunga. Purwoceng terbukti dapat dimanfaatkan sebagai obat kuat dan peluruh air seni, penghilang sakit, penurun panas, antifungsi dan antibakteri. Namun, masyarakat umum mengenal purwoceng sebagai pemulih stamina, penambah gairah seksual serta penambah jumlah hormon testosteron dan spermatozoid.. Dari penelitian diketahui bahwa purwoceng antara lain mengandung alkaloida, polifenol, dan flafonoida.
Read More | komentar (3)

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Sidaguri

Tanaman Obat - Sidaguri
 
 


Sidaguri (Sida rhombifolia atau Sida retusa) merupakan tanaman perdu berbentuk tegak dan memiliki banyak dahan. Tinggi tanaman ini bisa mencapai 2 m. Daunnya berbentuk belah ketupat atau telur terbalik dengan tangkai yang pendek. Bunganya berwarna kuning dan di kulit buah terdapat semacam jarum. Dalam pengobatan, bagian tanaman yang sering digunakan adalah akar, daun, dan bunga. Namun, akar lebih sering digunakan. Sidaguri digunakan sebagai obat sakit gigi, obat mulas, obat gatal, kudis, obat keremi, dan obat luka akibat sengatan lebah.

Daunnya mengandung alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino, dan minyak asiri. Batang Sidaguri mengandung kalsium oksalat dan tanin. Sementara bagian akar mengandung alkaloid, steroid, dan efedrine. Alkaloid dan efedrine yang terkandung dalam Sidaguri menyebabkan orang harus berhati-hati dalam mengkonsumsinya. Orang yang sensitif terhadap alkaloid efedrine tidak disarankan untuk menggunakannya. Begitu pula anak-anak, wanita hamil dan menyusui.

Kandungan polifenol dan flavonoid pada akar bersifat diuretik, sehingga asam urat akan luruh dan terbuang bersama urin. Sidaguri juga dapat menghambat produksi enzim xantin oksidase (XO), yang merupakan enzim penting yang turut berperan dalam sintesa asam urat. Tanpa adanya XO, maka asam urat tidak akan terbentuk dan serangan gout tidak dapat terjadi. Kemampuan ekstrak kasar flavonoid sidaguri sebagai penghambat aktivitas XO mencapai 55.29% melalui mekanisme inhibisi kompetitif. Selain untuk asam urat dan rematik, Sidaguri bermanfaat untuk flu, demam, malaria, radang amandel, radang usus, disentri, sakit perut, sakit kuning, kencing batu, bisul, radang kulit bernanah, dan eksim. Khusus untuk akarnya, digunakan untuk mengatasi influenza, asma, sakit gigi, sariawan, disentri, susah buang air besar/sembelit dan rematik.
Read More | komentar (1)

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Bangle

Minggu, 30 September 2012

Tanaman Obat - Bangle




Bangle (Zingiber purpureum) merupakan herba berumur tahunan. Tumbuh di daerah berketinggian hingga 1.300 m dpl. Ketinggian tumbuhnya mencapai 1,2 - 1,8 m. Bangle memiliki batang semu yang tersusun dari pelepah daun. Daunnya berbentuk lanset ramping, meruncing ke ujung dan mengecil ke pangkal. Ukuran daun 23 - 53 cm (panjang) dan 2 - 3 cm (lebar). Bunganya berbentuk gelondong. Buahnya bulat, berukuran kecil, dan kulitnya berwarna ungu. Sementara itu, rimpangnya bulat pendek, berukuran 2,5 - 5 cm, dan tidak banyak bercabang. Kulitnya berwarna cokelat muda dan dagingnya berwarna kuning emas. Rimpang ini memiliki bau tajam yang sedikit tengik dan kurang enak. Rasanya pahit dan pedas.

Dalam pengobatan, bagian tanaman yang digunakan adalah rimpangnya. Bangle digunakan sebagai obat borok, obat kejang pada anak-anak, obat luka memar, obat pelangsing, pemulih penglihatan, obat hepatits, obat demam, obat gangguan pada perut, penawar racun, obat pusing, obat cacing, dan obat encok. Dari penelitian diketahui bahwa bangle antara lain mengandung sineol, sesquiferpin, damar lunak, lemak, gom, dula, mineral, albuminoida, dan asam organik.
Read More | komentar (4)

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Alang-alang

Tanaman Obat - Alang-alang


 


Alang-alang (Imperata cylindrica) merupakan tanaman rumput. Biasanya dianggap sebagai gulma dan perusak tanah. Ketinggian tumbuhnya mencapai 1 m. Daunnya berbentuk bilah meruncing. berbentuk pita, tegak, berujung runcing, tepi rata, berambut kasar dan jarang. Warna daun hijau, panjang 12-80 cm. Perbungaan berupa bulir majemuk dengan panjang tangkai bulir 6-30 cm. Bulir berwarna putih, agak menguncup, dan mudah diterbangkan oleh angin. Pada satu tangkai terdapat dua bulir bersusun, yang terletak diatas adalah bunga sempurna, sedang yang dibawah adalah bunga mandul. Pada pangkal bulir terdapat rambut halus yang panjang dan padat berwarna putih. 

Akar kaku berbuku-buku dan menjalar, akarnya mempunyai rimpang. Rasanya  manis, bersifat sejuk, masuk meridian paru-paru, lambung dan kandung kemih. Simplisia ini bersifat tonik, pereda demam (anti piretik), peluruh kencing (Diuretik), menyejukkan darah untuk menghentikan perdarahan (hemostatik), dan menghilangkan rasa haus. Tunas muda berkhasiat untuk peluruh kencing (Diuretik).

Dalam pengobatan, bagian tanaman yang dimanfaatkan adalah akarnya. Akar alang-alang terbukti mampu digunakan sebagai penurun panas, peluruh kemih, penghenti pendarahan, obat mimisan, obat muntah darah, obat kencing nanah, obat hepatitis, obat radang ginjal. Dari penelitian diketahui bahwa alang-alang antara lain mengandung manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, logam alkali, saponin, tanin, polifenol.
Read More | komentar (2)

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Alpukat

Tanaman Obat - Alpukat


Alpukat
Alpukat (Persea americana atau Persea gratissima) merupakan tanaman obat berbentuk pohon. Dalam pengobatan, bagian tanaman yang digunakan adalah daging buah, daun, dan biji. Daunnya terbukti mampu meluruhkan kencing dan bijinya mampu menghilangkan rasa sakit dan radang. Dari penelitian diketahui bahwa buah dan daunnya mengandung saponin, alkaloid, dan flavonoid. Selain itu, daunya memiliki sifat antibakteri dan mengandung polifenol, quersetin, dan gula alkohol persiit. Sementara itu, buahnya juga mengandung tanin.

Daging buah alpukat untuk mengobati sariawan dan melembabkan kulit yang kering. Daun alpukat digunakan untuk mengobati kencing batu, darah tinggi, sakit kepala, nyeri saraf, nyeri lambung, saluran napas membengkak dan menstruasi yang tidak teratur. Bijinya dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi dan kencing manis.

Alpukat memiliki kandungan asam lemak tak jenuh tunggal dua kali lipat lebih banyak dibandingkan buah lainnya. Lemak tersebut merupakan lemak sehat  sehingga tidak perlu khawatir  dengan mitos bahwa  alpukat menyebabkan tubuh gemuk. Justru asam lemak tak jenuh tersebut membantu metabolisme dan mengurangi keinginan makan berlebihan.

Kandungan potasium dan kalori dalam alpukat tiga kali lebih banyak dibandingkan pisang. Alpukat juga mengandung mineral besi dan tembaga serta fosfor dan magnesium. Kandunngan sodium dan kadar gula yang rendah dan tanpa zat tepung menjadikan alpukat buah yang ideal bagi penderita diabetes. Alpukat merupakan salah satu buah dengan kandungan serat tertinggi dilengkapi dengan vitamin A, vitamin B Komplek, asam folat, antioksidan (vitamin C dan E), kalsium, besi, dan potassium.
Read More | komentar

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Mengkudu

Tanaman Obat - Mengkudu




Mengkudu (Morinda citrifolia atau Bancudus latifolia) merupakan tanaman obat berbentuk pohon. Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.

Dalam pengobatan, bagian tanaman yang digunakan adalah akar, daun, buah, kulit batang, dan bunga. Mengkudu terbukti mampu berfungsi sebagai penghilang hawa lembab pada tubuh, penambah kekuatan tulang, pembersih darah, peluruh kencing, peluruh haid, pelembut kulit, obat batuk, obat cacing, pencahar, dan antiseptik. Dari penelitian diketahui bahwa kulit akarnya mengandung morindin, morindon, aligarin-d-methylether, dan soranjidiol. Buahnya mengandung alkaloid triterpenoid, daunya mengandung protein, zat kapur, zat besi, karoten, dan askorbin. Bunganya mengandung glikosida antarkinon. Selain itu mengkudu juga mengandung minyak menguap asam capron dan asam caprylat.

Secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll. 

Terpenoid, merupakan zay yang membantu dalam proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel tubuh. Zat anti bakteri, zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus. Scolopetin. 

Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi. Mengkudu juga mengandung zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal. Xeronine dan Proxeronine, salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.
Read More | komentar (1)

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Tapak Liman

Tanaman Obat - Tapak Liman



Tapak Liman (Elephanthopus scaber) merupakan tanaman terna. Ketinggian tumbuhnya 10 - 80 cm. Batangnya kaku dan bercabang. Akarnya tunggang, daunnya tunggal, berbentuk bulat telur. Tapak liman mempunyai bunga yang mahkotanya berwarna putih sampai ungu kemerahan. Sementara itu, buahnya berambut.

Dalam pengobatan, seluruh bagian tanaman bisa dimanfaatkan. Namun, yang paling sering digunakan adalah daunya. Daun tapak liman digunakan sebagai obat batuk, obat sariawan, obat panas dalam, obat diare, obat bisul, obat eksim, obat keputihan, pelembut kulit kaki, obat untuk mengatasi gigitan binatang berbisa, dan obat pembengkakan. Dari penelitian diketahui bahwa tapak liman antara lain mengandung zat antiradang, antijamur, dan antipiretik (penurun panas).

Seluruh bagian tanaman ini terutama daun, akar, dan batang tanaman dapat digunakan sebagai obat tradisional. Salah satunya sebagai pemacu gairah seksual sehingga tanaman ini dikenal dengan sebutan Viagra Jawa. Tanaman ini mengandung senyawa stigmaterol yang membentuk hormon progesterone sehingga dapat sebagai pemacu gairah. Di samping sebagai pembangkit gairah, tanaman ini juga berkhasiat untuk melancarkan air seni, melancarkan peredaran darah, menyembuhkan berbagai jenis radang (termasuk radang rahim alias keputihan), antianemia, pembersih darah, antikanker, mengatasi perut kembung, beri-beri, disentri, digigit ular, batuk seratus hari, hingga hepatitis (Ferdy, 2005).

Daun pada tumbuhan ini mengandung zat semacam glukosida. Ekstrak daun berkhasiat sebagai antibiotik terhadap Staphylococcus, dan pada daunnya juga telah ditemukan suatu zat pahit dan glikosid berupa kristal putih.Menurut farmakologi China, tapak liman yang mempunyai rasa pahit, pedas, dan menyejukkan ini berkhasiat sebagai penurun panas antibiotika, anti radang, peluruh air seni, menghilangkan pembengkakan serta menetralkan racun. Daun tapak liman mengandung epifrielinol, lupeol, stiqmasterol, triacontan-l-ol, dotriacontan-l-ol, lupeol acetat, deoxyelephantopin, dan isodeozyelephantopin, sedangkan di bagian bunganya terdapat kandungan luteolin-7-glucoside.  Senyawa deoxyelephantopin inilah yang merupakan senyawa antitumor, penghilang radang akibat bakteri, antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus, penyebab keputihan (Diah dan Enny, 2007).

Read More | komentar (28)

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Temulawak

Sabtu, 22 September 2012

Tanaman Obat - Temulawak
 



Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tanaman terna tahunan. Ketinggian tumbuhnya mencapai 2,5 m dan tumbuh subur didaerah berketinggian 200 - 600 m dpl. Tumbuhnya merumpun dan memiliki batang semu yang tersusun dari pelepah daun. Daunnya berbentuk bukat memanjang dengan ukuran mencapai 84 cm (panjang) dan 18 cm (lebar), warnanya hijau. Temulawak memiliki bunga yang keluar dari rimpang. Rimpangnya memiliki warna cokelat kemerahan atau kuning tua (kulit) dan oranye tua atau kecoklatan (daging). Aromanya sangat tajam dan rasanya sangat pahit.

Dalam pengobatan, bagian tanaman yang digunakan adalah rimpangnya. Temulawak digunakan untuk mengembalikan kondisi tubuh, menyembuhkan penyakit kuning, mengobati demam akibat malaria, mengatasi sembelit, memperbanyak produksi ASI, membersihkan darah, menghilangkan bau badan tak sedap, mengobati eksim, memperbaiki pencernaan, mengatasi gangguan pada perut, menghilangkan flek dan jerawat, serta merontokkan lemak. Dari penelitian diketahui bahwa temulawak antara lain mengandung curcumin, kamfer, glucosida, phellandrene, turmenol, myrcene, xanthorrizol, isofuranogermacreene, p-tolyletycarbinol, dan pati.
Read More | komentar

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Temu Putih

Tanaman Obat - Temu Putih
 

Temu Putih
Temu putih (Curcuma zedoaria) merupakan tanaman semak. Ketinggian tumbuhnya mencapai 100 cm, dan mampu tumbuh di daerah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Tanaman ini hanya memiliki batang semu, yang sebenarnya merupakan susunan pelepah daun. Daunnya berbentuk bulat lonjong dan berwarna hijau, tetapi bagian pertengahan sampai pangkal daun berwarna ungu. Panjangnya mencapai 60 cm. Sementara itu, bunganya bertandan. Tanaman ini memiliki rimpang. Bentuknya bulat telur. Warnanya kuning sampai cokelat. Aromanya sangat tajam dan rasanya sangat pahit.

Dalam pengobatan, bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang. Temu putih bisa digunakan sebagai obat lemah syahwat, pelancar peredaran darah, penambah nafsu makan, pelancar pernapasan, obat sakit perut, penawar racun, obat memar, obat terkilir, penghangat badan, penghilang bau napas, obat luka, obat cacing, obat demam, obat wasir, obat bronchitis, dan obat epilepsi.

Komponen utama Rimpang Temu Putih adalah Zedoarin, kurdiaona dan kurkumol. Zat-zat tersebut ternyata bersifat anti neoplastik, (merusak pembentukan ribosoma pada sel-sel dan jaringan liar) dengan cara meningkatkan pembentukan jaringan fibroblas di sekeliling jaringan tumor/kanker, lalu membentuk lapisan limposit dalam sel-sel/jaringan tumor/kamnker dan membungkusnya, sehingga sel-sel/jaringan-jaringan tersebut tidak dapat berkembang, dan memudahkan untuk mengobati penyakit tersebut.
Read More | komentar

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Temu Mangga

Tanaman Obat - Temu Mangga


Temu Mangga
Temu mangga (Curcuma mangga) merupakan tanaman semak. Ketinggian tumbuhnya mencapai 110 cm. Tanaman ini hanya memiliki batang semu, yang sebenarnya merupakan susunan pelepah daun. Daunnya berbentuk bulat lonjong dengan warna hijau. Panjangnya mencapai 45 cm dan lebarnya 12,5 cm. Sementara itu, bunganya bertandan dan berwarna dominan putih. Tanaman ini memiliki rimpang. Bentuknya bulat telur. Warnanya kuning pucat. Sifatnya renyah dan mudah patah. Aromanya mirip wortel, serta rasanya seperti gabungan mangga dan wortel.

Dalam pengobatan, bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang. Temu mangga bisa digunakan sebagai obat sakit perut, pengurang lemak perut, penambah nafsu makan, penguat syahwat, penangkal racun, penurun demam, pencahar, obat gatal, obat bronchitis, obat asma, obat masuk angin, obat penyakit kulit, dan obat radang.

Menurut James A. Duke dalam buku Phytochemical Constituents of Grass Herbs and Other Economic Plants, rimpang serupa temu mangga itu juga mengandung tanin dan flavonoid. Kandungan sesquiterpen berkhasiat sebagai antiradang. Kandungan tanin dan flavonoid diduga berkhasiat antioksidan. 

Menurut hasil penelitian American Institute Cancer Reports, temu mangga mengandung RIP (ribosome inacting protein). RIP berkhasiat menonaktifkan pertumbuhan sel kanker, meluruhkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya, dan memblokir pertumbuhannya. Zat antioksidan berfungsi mencegah kerusakan gen, sementara zat antikurkumin berkhasiat antiradang.  

Rimpang ini juga banyak digunakan sebagai obat sakit perut, peluruh air seni, antidiare, antimual, antipiretik, dan pembersih bagi wanita usai melahirkan. Bagi yang mengalami halitosis (bau mulut), dapat diatasi dengan mengunyah rimpang. Orang Jerman meyakini bahwa sifat pahitnya mampu merangsang empedu dan membersihkan lemak yang terdapat pada hati.    

Rimpang yang dilarutkan dalam alkohol berkhasiat mencegah kambuhnya suatu penyakit seperti malaria. Dapat juga digunakan untuk mengobati memar, borok atau bisul, dan penyakit kulit lain. Menurut buku Tumbuhan Obat, abu yang berasal dari rimpang segar dan masih hangat bersifat antiseptik, digunakan sebagai penutup luka.
Read More | komentar

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Daun Dewa

Minggu, 02 September 2012

Tanaman Obat - Daun Dewa
 

  

Daun Dewa (Gynura procumbens) merupakan herba menahun. Tanaman ini tumbuh secara merayap atau memanjat. Batangnya Bulat, bentuk daunnya variatif, dari yang lonjong sampai lanset memnjang. Pangkalnya membulat dan ujungnya sedikit meruncing. Bagian tepinya bergerigi, bunganya majemuk dan uahnya kecil. Setelah berumur enam bulan, akan tumbuh umi dan daunya mengecil.

Dalam pengobatan, bagian daun dan umbilah yang digunakan. Daun dewa digunakan untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan darah dan menawarkan racun akibat gigitan binatang berbisa. Dari penelitian diketahui bahwa daun dewa antara lain mengandung banyak vitamin K, alkaloid, tanin saponin, polifenol, minyak asiri, dan flavonoid.
Read More | komentar (1)

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Pegagan

Tanaman Obat - Pegagan

 
Pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman merayap dan tidak berbatang. Tanaman ini mampu hidup subur di daerah berketinggian 1 - 2.500 m dpl. Ketinggian tumbuhnya antara 10 - 15 cm. Daunnya merupakan daun satu helaian berbentuk kipas dengan diameter 1 - 7 cm. Warnanya hijau, daun tumuh di atas tangkai yang panjangnya antara 5 - 15 cm. Bunga pegagan berbentuk bundar lonjong dengan ukuran sangat kecil. Sementara itu, buahnya berbentuk lonjong dengan ukuran yang kecil juga. Pegagan memiliki rasa manis dan sejuk.

Dalam pengobatan, seluruh bagian pegagan bisa dimanfaatkan. Pegagan biasa digunakan sebagai obat demam, obat penurun panas dalam, penambah nafsu makan, obat peluruh air seni, obat hepatitis. Dari penelitian diketahui bahwa pegagan antara lain mengandung zat antiradang, antiinfeksi, antiracun, antilepra, dan antifilis.

Pegagan memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.

Pegagan memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid). Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. Pegagan pada penelitian di RSU Dr. Soetomo Surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah, penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut.
Read More | komentar (2)

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Sambiloto

Kamis, 30 Agustus 2012

Tanaman Obat - Sambiloto

 



Sambiloto (Andrographis paniculata) tergolong tanaman terna yang tingginya mencapai 35-95 cm. Tanaman ini mudah tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 700 m dari permukaan laut. Batang sambiloto bersegi empat. Demikian juga dengan cabangnya, cabangnya ini banyak dan saling berhadapan. Daunnya berbentuk lanset dengan ujung dan pangkal runcing. Ukurannya 3 - 12cm (panjang) dan 1-3 cm (lebar). Rasanya sangat pahit. Sambiloto memiliki buah berbentuk silindris yang panjangnya hanya 2 cm dan berwarna hijau kekuningan. Di dalam buah terdapat biji yang berbentuk gepeng dan berwarna cokelat muda. Sementara itu, bunganya kecil dan berwarna putih keunguan.

Dalam pengobatan, seluruh bagian sambiloto bisa dimanfaatkan. sambiloto biasa digunakan sebagai obat demam, obat pencernaan, obat koreng, obat radang telinga, dan obat masuk angin. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sambiloto antara lain mengandung zat antiradang, antiracun, antibengkak, dan antibakteri.
Read More | komentar

Khasiat dan Manfaat Tanaman Obat - Mahkota Dewa

Tanaman Obat - Mahkota Dewa

 
Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) merupakan tanaman perdu. Habitat nya adalah daerah ber- ketinggian 10-1200 m dari permukaan laut. Namun, pertumbuhan nya paling baik di ketinggian sampai 1000 m. Mahkota dewa memiliki tajuk yang bercabang - cabang. Ketinggian tumbuhnya bisa mencapai 5 m. Umur nya bisa mencapai puluhan tahun dengan umur produktif sampai 10-20 tahun.

Mahkota dewa memiliki akar tunggang yang panjangnya bisa sampai 1 m. Batangnya bergetah, dengan kulit bewarna cokelat kehijauan dan kayu berwarna putih. Daun mahkota dewa merupakan daun tunggal yang berbentuk lonjong-langsing-memanjang berujung lancip, berwarna hijau. Ukurannya 7 - 10 cm (panjang) dan 3-5 cm (lebar). Bunga mahkota dewa merupakan bunga majemuk yang tersusun dalam kelompok 2 - 4 bunga. Warnanya putih, bentuknya seperti terompet kecil, baunya harum, dan tumbuh menyebar di batang atau ketiak daun. Sementara itu, buah mahkota dewa mempunyai bentuk seperti bola dengan ukuran bervariasi. Saat masih muda, warnanya hijau, setelah tua, menjadi merah marun. Dagingnya berwarna putih, begitu juga dengan cangkangnya. Bijinya bulat, berwarna putih, dan sangat beracun.

Dalam pengobatan, bagian tanaman yang dipergunakan adalah batang, daun, dan buah. Mahkota dewa terbukti mampu menaklukkan aneka kanker, lemah syahwat, disentri, wasir, diabetes mellitus, alergi, lever, sakit jantung, gangguan  pada ginjal, gangguan pada darah, asam urat, reumatik, darah tinggi, stroke, migrain, aneka penyakit kulit, jerawat, kolesterol. Bahkan, terbukti juga gangguan pada hewan dapat ditaklukkan dengan mahkota dewa. Besar kemungkinan, masih belum ada bukti dan penelitian yang mengungkapkannya. Dari hasil penelitian diketahui bahwa mahkota dewa antara lain mengandung zat antihistamin, antioksidan, dan antikanker.

Buah mahkota dewa mengandung beberapa zat aktif seperti:
  • Alkaloid, bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh
  • Saponin, yang bermanfaat sebagai:
    • Sumber anti bakteri dan anti virus
    • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
    • Meningkatkan vitalitas
    • Mengurangi kadar gula dalam darah
    • Mengurangi penggumpalan darah
  • Flavonoid
    • Melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah
    • Mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah
    • Mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner
    • Mengandung antiinflamasi (antiradang)
    • Berfungsi sebagai anti-oksidan
    • Membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan
  • Polifenol
    • Berfungsi sebagai anti histamin (antialergi)
Read More | komentar

Kategori

 
Copyright © 2011. Kedondoong - All Rights Reserved