Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Motivasi: Ilmu Yang Sia-sia

Jumat, 02 November 2012

Motivasi, Kata Bijak, Cerita Bijak:

Ilmu Yang Sia-sia


Ilmu Yang Sia-sia: Setiap manusia tentunya telah banyak mengetahui berbagai hal dalam kehidupan ini. Kita adalah orang-orang pintar dan berilmu tinggi. Kita mengetahui ilmu mengenai kejujuran, kekonsistenan, kesabaran, kemauan untuk belajar dan bekerja keras, tentang disiplin, tentang pentingnya manajemen waktu, tentang pentingnya berjamaah dll. Namun satu kekurangan kita. Dan itu adalah kekurangan yang berakibat fatal. Apakah itu? kekurangan itu adalah ketidakmampuan dalam mengaplikasikan semua ilmu itu dalam kehidupan nyata.

Praktek, itulah yang harus kita laksanakan. Dan ternyata itu tidak mudah. Banyak sekali orang terpukau dengan kata-kata kita tentang kesuksesan, tentang perjuangan dll. Tapi keterpukauan itu hanya sementara saja, karena pada kenyataannya kita tidaklah seperti kata-kata kita sendiri. Mudah sekali memang untuk berkata, tapi pelaksanaan itu lebih penting dari sekedar berkata-kata. Salah satu kunci sukses adalah kita banyak mengetahui berbagai ilmu yang bermanfaat dan mau mengaplikasikannya dalam kehidupan secara nyata. Sehingga akan terlihat jelas hasilnya.

Itulah yang sering terjadi, begitu banyak buku kita beli, begitu banyak ilmu yang kita serap, begitu banyak kita kursus, sekolah sampai menjadi sarjana dan bergelar tinggi. Namun apa hasilnya? Kita mengetahui tentang meruginya manusia terhadap waktu saat kita bermain game, bercanda, malas-malasan. Kita mengetahui tentang pentingnya bersikap santun kepada orang lain pada saat kita mengejek orang lain, kita mengetahui bahaya merokok pada saat kita merokok, bahkan kita mengetahui bahwa meninggalkan sholat itu berdosa bahkan dianggap kafir pada saat kita meninggalkan sholat.

Orang yang paling bodoh adalah orang yang mengetahui sesuatu yang baik tapi tidak melaksanakan, mengetahui sesuatu itu buruk tapi malah dikerjakan. Ini adalah hal yang nyata terjadi di tengah-tengah kita.


By : Martha Yoga
Read More | komentar (2)

Motivasi: Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa

Minggu, 28 Oktober 2012

Motivasi:

Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa




Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa: Seekor gajah yang diikat kakinya sejak kecil dengan seutas rantai sepanjang 4 meter, ketika dia dewasa dia tidak akan melangkah keluar dari arean lingkaran 4 meter walaupun rantainya sudah diganti dengan seutas benang. Itu bukan cerita, itu kisah nyata.

Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama. Seseorang yang sejak keil tidak berani mengendarai sepeda, ketika remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor dia selalu dibonceng teman lainnya. Setelah dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk aktivitasnya, tapi orang tersebut tetap tidak berani mengendarai apapun.

Anda juga pasti punya teman yang tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/motor, apalagi mobil, selalu takut dan merasa bahwa mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yang sangat sulit. Seorang istri bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil untuk antar jemputnya ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani menggunakannya di sekitar kompleks, selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani mengendarai mobil keluar dari kompleks.

Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit duliar kompleks, dan suaminya sedang tugas diluar kota. Terpaksa dia mengendarai mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan sejak saat itu dia berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi keluar kota.

Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi jabatan karena disana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika ditawarkan jabatan dibagian marketing, dia tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing.

Ada seorang salesman yang sudah bekerja 10 tahun, prestasinya bagus, disegani teman-temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia menolak karena dia takut dengan pekerjaan administrasi dan takut dengan tugas-tugas diatas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan administrasi.

Coba kita lihat diri kita sendiri, adakah seutas benang yang menghambat diri anda saat ini? Putuskan benang itu, bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini mengurung anda. Anda pasti bisa kalau anda berpikir anda bisa, anda akan gagal kalau anda selalu berpikir anda akan gagal. Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini anda menutup mata anda, telinga anda, pikiran anda, diri anda, hidup anda, maka peluang itu menjadi bukan peluang, lewat begitu saja.

Mulailah melangkah sedikit demi sedikit kalau anda masih gamang, lalu berlari cepat setelah anda lebih yakin lagi. Jangan sia-siakan setiap peluang untuk maju, untuk berhasil, demi diri anda sendiri.
Read More | komentar (2)

Motivasi: Kekuatan Mencoba

Sabtu, 27 Oktober 2012

Motivasi:

Kekuatan Mencoba




Kekuatan Mencoba: Anda pernah makan KFC? Meskipun makanan ini berasal dari negeri Paman Sam, tetapi sudah terkenal di dunia. Begitu juga dengan di Indonesia, hampir disetiap kota besar selalu ada KFC. Anda tidak akan kesulitan jika ingin makan daging ayam yang bermerk KFC ini.

Bukan promosi, tetapi hanya memaparkan keberhasilan KFC bisa merambah dunia, bisa menghasilkan jutaan dolar per tahun. Jika kita melihat bagaimana perjuangan pendirinya, Kolonel Sanders, seorang pensiunan tanpa modal, tanpa perusahaan, yang dia punya hanyalah resep ayam goreng.

Perjuangan kolonel Sanders tidaklah mudah, dengan bermodalkan sebuah mobil tua, dia berkeliling mencari toko yang mau menggunakan resepnya dengan imbalan sebagian keuntungan. Puluhan rumah makan dia ketuk, maka dia mendapatkan puluhan kata "tidak". Ratusan rumah makan dia kunjungi lagi, namun ratusan jawaban "tidak" kembali terdengar.

Apakah ia berhenti? Saat dia yang berkata tidak.Dia tidak berhenti, dia terus mencari rumah makan yang mau menggunakan resepnya, sampai 1009 rumah makan dia datangi dengan selalu menjawab perkataan "tidak". Berarti dia mendapatkan penolakan sampai 1009 kali. Setelah itulah dia mendapatkan jawaban "ya".

Mari kita renungkan diri kita, sudahkah kita melakukan usaha seperti yang dilakukan kolonel Sanders dalam membangun bisnis kita? Sudahkah kita berusaha menawarkan ide kita kepada puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang? Sudahkah kita mencoba dan mencoba lagi ketika gagal?

Sering kita mengatakan bahwa bisnis itu susah, sementara apa yang dilakukan belumlah optimal. Seringkali mengurungkan ide karena baru mendapatkan kritik dari segelintir orang. Sering kita tidak mau berbisnis hanya karena orang lain sudah melakukannya.


By : Rahmat
Read More | komentar

Motivasi: Sukses Dimulai Dari Pikiran

Motivasi:

Sukses Dimulai Dari Pikiran




Sukses Dimulai Dari Pikiran: Muhammad Ali mengatakan bahwa sang juara dihasilkan dari keinginan, impian, dan visi. Sementara, Dennis Waitley, mengatakan bahwa pemenang selalu mengatakan "saya akan" dan "saya bisa". Ini adalah pekerjaan pikiran. Memang tidak nyata tetapi akan membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan Anda jika pikiran anda sudah terkondisikan seperti yang dijelaskan di atas.

Keinginan datang dari pikiran. Sementara semua orang memiliki pikiran, jadi semua orang bisa memiliki keinginan. Bahkan, memang semua orang punya keinginan, siapa yang tidak? Lalu mengapa tidak semua orang menjadi orang sukses. Tentu saja keinginan yang membawa kepada kesuksesan berbeda dengan keinginan biasa. Keinginan yang membawa kepada kesuksesan berbeda dengan keinginan biasa. Keinginan yang membawa kepada sukses adalah keinginan yang sangat jelas dan keinginan yang memberikan dorongan yang besar untuk mencapainya. Bukan sekedar keinginan yang bila tercapai tidak membawa dampak, begitu juga jika tidak. Bukan juga keinginan yang samar, seperti saya ingin bahagia dan saya ingin kaya.

Apa bedanya keinginan dan impian? Impian adalah bagian dari keinginan. Impian memiliki makna lebih khusus, impian digunakan untuk keinginan yang besar, keinginan yang menurut kebanyakan orang sulit atau tidak mungkin dicapai. Sudahkah anda punya impian? Sementara visi adalah gambaran dari impian tersebut dimana impian tersebut seakan-akan sudah anda capai. Visi adalah gambaran masa depan anda, saat semua keinginan anda tercapai.

Al-Qur'an, dengan indah membangun visi manusia. Visi saat berada di surga. Gambaran indah surga seakan-akan sudah terjadi pada diri kita. Gambaran surga yang indah begitu sering diulang-ulang dalam Al-Qur'an dan juga kita dianjurkan untuk membaca Al-Qur'an sesering mungkin. Hikmah yang bisa kita ambil adalah agar visi kita diakhirat tersebut melekat dalam kepala kita sehinggan memiliki dorongan kuat untuk mencapainya.

Pikiran positif, yang salah satunya memiliki visi hisup yang jelas baik dunia maupun akhirat insya Allah akan membawa kita kepada keberhasilan. Pikiran positif lainnya ialah selalu berkata "saya bisa" dan "saya akan". Meskipun secara islami akan lebih baik jika ditambah dengan kata insya Allah. Kata-kata "saya akan" dan "saya bisa" adalah refleksi dari pikiran yang tidak menyerah pada keadaan, apapun keadaan yang dilaluinya.


By: Rahmat
Read More | komentar

Kata Bijak: Temukan Cinta Anda

Kamis, 25 Oktober 2012

Kata Bijak:

Temukan Cinta Anda




Temukan Cinta Anda: Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja disana. Rasakan kegembiraan dari pertemuan itu. Dan pekerjaan pun akan jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi. Bila anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga. Namun, bila anda tak menemukan kesenangan disana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda: tanaman penghias meja, cicak diatas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela.

Apa saja. Bila anda tak bisa menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada disitu? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah disana. Hidup hanya sekali, tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.
Read More | komentar

Cerita Bijak: Garam dan Telaga

Selasa, 23 Oktober 2012

Cerita Bijak:

Garam dan Telaga




Garam dan Telaga: Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan ekspresi wajah yang suntuk. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduk perlahan. 

"Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya", kata Pak tua itu.

"Pahit, pahit sekali", jawab tamu sambil meludah kesamping.

Pak tua itu sedikit tersenyum, lalu ia mengajak tamunya untuk berjalan di tepi telaga di dalam hutan dekat dari rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak tua itu lalu kembali menaburkan segenggam garam kedalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. 

"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah". Saat tamu itu selesai meneguk air, Pak tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?".

"Segar", sahut tamunya.

Dengan bijak Pak tua itu menepuk-nepuk punggung anak muda, lalu ia mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. 

"Anak muda, dengarlah, pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan akan memang tetap sama. Tapi kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan, lapangkanlah dadamu menerima semuanya, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak tua itu kembali memberikan nasehat, "Hatimu adalah wadah itu, perasaanmu adalah tempat itu, kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Keduanya lalu beranjak pulang, mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak tua si orang bijak itu kembali menyimpan "segenggam garam" untuk anak muda yang lain yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.
Read More | komentar (2)

Cerita Bijak: Malaikat Pelindung

Senin, 22 Oktober 2012

Cerita Bijak:

Malaikat Pelindung




Malaikat Pelindung: Suatu ketika, ada seorang bayi yang akan segera dilahirkan ke dunia. Maka ia bertanya kepada tuhan, "Ya Tuhan, engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?".

Tuhan pun menjawab, "Diantara semua malaikat-Ku, aku akan memilih seseorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu". 

Si kecil bertanya lagi, "Tapi, disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi, semua itu cukup membuatku bahagia".

Tuhan pun menjawab, "Tak apa, malaikatmu itu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia". 

Namun si kecil bertanya lagi, "Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?".

Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu itu akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia."

Si kecil bertanya lagi, "Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara denganmu, ya Tuhan?"

Tuhan pun kembali menjawab, "Malaikatmu itu akan membimbingmu, dia akan menengadakan tanganya bersamamu dan mengajarkanmu untuk berdo'a."

Lagi-lagi, si kecil menyelidik, "Namun, aku mendengar disana ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?"

Tuhan pun menjawab, "Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia akan melupakan kepentingannya untuk keselamatanmu."

Namun, si kecil kini malah sedih, "Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi."

Tuhan menjawab lagi, "Malaikatmu akan selalu mengajarkanmu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu bagaimana agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu aku akan selalu ada disisi mu."

Hening. Kedamaian pun tetap menerpa surga. Namun suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. "Ya Tuhan , aku akan pergi sekarang, tolong sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku."

Tuhan pun kembali menjawab, "Nama malaikatmu tak begitu penting, kamu akan memanggilnya dengan sebuta IBU."
Read More | komentar (1)

Kata Bijak: Bersyukurlah Pada Apa Saja

Kata Bijak:

Bersyukurlah Pada Apa Saja




Bersyukurlah Pada Apa Saja: Anda wajib mensyukuri apa pun yang anda dapatkan dan yang anda terima serta yang menimpa anda. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis. Namun, sebenarnya sikap anda jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan atas kesalahan.

Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penuh antusias dan semangat. Tak ada yang meringankan hidup anda selain sikap bersyukur. Semakin banyak anda bersyukur, semakin banyak anda menerima. Semakin banyak anda mengingkari, semakin berat beban yang anda jejalkan pada diri anda. Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena, anda tidak akan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha anda lakukan karena anda melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak dipandangan anda.
Read More | komentar (1)

Kata Bijak: Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia

Kata Bijak:

Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia


 

Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia: Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil. Namun, bila anda memandang diri anda besar, dunia akan terlihat luas, dan tindakan anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga. 

Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita. Padahal dunia tak butuh penilaian apa-apa dari diri kita. Ia hanya memantulkan apa yang ingin kita lihat. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri.

Maka, bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui diatas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan, dunia pun melihatkan kepada kita keadaan sebenarnya dan realitanya yang selama ini tersembunyi dibalik penilaian-penilaian kita.
Read More | komentar (1)

Kata Bijak: Sedikit Demi Sedikit Lama Lama Jadi Bukit

Kata Bijak:

Sedikit Demi Sedikit Lama Lama Jadi Bukit




Sedikit Demi Sedikit Lama Lama Jadi Bukit: Pepatah ini sederhana saja, "sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit". Kita biasa memaknainya, bahwa bila kita mengumpulkan uang sen demi sen pada saatnya kita akan dapatkan sepundi. Namun pepatah ini tak sekedar berbicara tentang hidup hemat, atau ketekunan menabung. Pepatah ini menyiratkan tentang sesuaru yang lebih berharga dari sekedar sekantong kepingan uang, yaitu bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran dalam jiwa kita.

Bagaimanakah tindakan-tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya, yaitu bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya. Ucapan terima kasih, senyuman, sapaan ramah, atau pelukan bersahabat, adalah tindakan-tindakan yang mungkin sepele saja. Namun dalam kategori kasih sayang, ia jauh lebih tinggi dari pada bukit tabungan anda.
Read More | komentar (1)

Kategori

 
Copyright © 2011. Kedondoong - All Rights Reserved